Share

Guru Bojonegoro Belajar “Nge-Blog”

Bojonegoro (Media Center) – Kemajuan teknologi tak bisa dihindari. Para guru dituntut mampu menguasai teknologi dan informatika (TI) dalam menunjang kinerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya peserta didik.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi saat membuka pelatihan Nge-Blog bagi guru tingkat SLTP/SLTA di Gedung Pusat Belajar Guru (PGB) Jalan Rajawali, Sabtu (19/3).

Hanafi menegaskan, TI sekarang ini penting untuk dikuasai oleh para guru dalam menunjang kinerjanya. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, banyak tenaga pengajar di Bojonegoro yang tidak lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) salah satunya karena gagap teknologi (Gaptek).

“Dari 12.978 guru yang ikut UKG, sebanyak 4.500 atau 30 persen yang nilainya memenuhi standar,” kata Hanafi, mengungkapkan.

Menurut dia, bila guru bisa menguasai IT akan lebih mudah dalam melaksanakan tugas sehari-harinya. Mereka dapat membuat paparan singkat melalui power point, ataupun membuat perangkat mengajar.

“Ini akan mempermudah persoalan, dan dapat mentranformasikan ilmunya,” tegas Hanafi.

Dia berharap, para guru memanfaatkan pelatihan ini dengan baik sehingga ilmu yang di dapat dapat diterapkan dalam menunjang kinerjanya guna meningkatkan sumber daya peserta didik.

“Guru harus mampu dan terus mengembangkan diri, karena kita tak bisa mengelak dari kemajuan zaman,” pesan Hanafi.

Perwakilan EMCL, Dave Setya menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan EMCL bersama RTIK ini merupakan salah satu bentuk program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan. “Kami harapkan melalui pelatihan ini para guru bisa menguasai teknologi informatika dalam mendukung tugasnya,” pungkas Dave.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Slamet, menambahkan, pelatihan bertajuk “Jadi Guru Produktif Dengan Nge-Blog” ini diikuti sebanyak 30 guru tingkat SLTP dan SLTA di Kabupaten Bojonegoro selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (19-20/2016).

“Tujuannya memberikan pengetahuan Blogging kepada guru yang belum punya Blog dan mengoptimalkan penggunaannya,” sambung Slamet.

Dalam pelatihan ini, lanjut Slamet, peserta diberikan materi mengoptimalkan konten blog untuk pendidikan, mengisi dan menghiasi blog pribadi serta membagikan konten blog kepada masyarakat pengguna internet.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para guru nantinya dapat menciptakan konten pendidikan e-Learning berbasis Blog yang bisa diakses siswa, masyarakat sekolah dan umum,” ujar Slamet.

Dalam pelatihan ini menghadirkan nara sumber Rifaun Naim, developer website yang juga Ketua RTIK Bojonegoro. Kemudian Nova Wijaya, Profesional Blogger, dan pengurus Harian Relawan TIK.(dwi/mcb)

Leave a Comment