Share

Hadapi Kekeringan, BPBD Bojonegoro Siapkan 500 Tangki Air Bersih

Bojonegoro, 28/8 (Media Center) – Kekeringan di Kabupaten Bojonegoro kini melanda di tujuh desa di lima kecamatan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi terdampak kekeringan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyiapkan anggaran sebesar Rp200 juta yang diperuntukkan untuk droping air bersih atas permintaan warga.

Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia mengatakan, anggaran tersebut bisa mencukupi untuk membiayai pendistribusian sekira 500 tangki air bersih.

“Rata-rata satu rit (tangki) air biayanya Rp400 ribu, sudah termasuk bbm untuk pendistribusiannya,” terang wanita yang akrab disapa Uul ini, menjelaskan.

Hingga saat ini, imbuhnya, BPBD hanya mengirimkan air berdasarkan permintaan dari pihak desa maupun kecamatan yang telah melapor ke BPBD. Selain itu, ia meminta agar jika ada pihak lain yang juga melakukan droping air bersih untuk berkoordinasi pada BPBD setempat.

“Tujuannya agar tidak dobel droping dan lebih merata,” lanjutnya.

Ia menuturkan, ada beberapa perusahaan dan lembaga lain yang tahun-tahun sebelumnya rutin melakukan droping. Salah satunya adalah perusahaan migas yang ada di Bojonegoro. Namun, wilayah droping perusahaan tersebut biasanya hanya di lingkungan sekitar.

“Kalau perusahaan migas, biasanya mereka droping di wilayah ring 1 saja. Namun kita harap tetap ada laporan agar bisa kita data dan petakan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, musim kemarau tahun 2017 lalu, sedikitnya ada 26 desa di 10 kecamatan yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih. 10 kecamatan itu yakni, Kecamatan Ngraho, Kepohbaru, Tambakrejo, Sugihwaras, Sukosewu, Purwosari, Sumberrejo, Temayang, Ngambon dan Kasiman. Dan setidaknya sebanyak 8.656 kepala keluarga (KK) atau 29.478 jiwa terdampak kekeringan. (*lya/mcb)

Leave a Comment