Share

Hadapi Musim Hujan, BPBD Bojonegoro Perkuat Desa Tangguh Bencana

Bojonegoro, 9/11 (Media Center) – Desa sebagai ujung tombak harus memiliki keunggulan dan daya saing serta ketahanan, salah satunya adalah ketahanan terhadap bencana. Apalagi jika wilayah tersebut termasuk dalam daerah rawan bencana. Hal ini pula yang membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat desa dengan pembentukan desa tangguh bencana.

Seperti hari ini, Kamis (9/11) di ruang Angling Dharma digelar acara seminar kabupaten pembentukan desa tangguh bencana dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bojonegoro.

Plt BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo menjelaskan, pada program desa tangguh kali ini menyampaikan informasi hasil capaian desa tangguh bencana, dan kesiapan dengan seperti Sibad, Kampung Siaga dan lain sebagainya sebagai mitra.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Bojonegoro, Yayan Rohman, mengatakan, daerah yang dilalui sungai besar itu adalah suatu anugerah luar biasa, karena pada zaman dahulu sungai adalah salah satu sarana transportasi yang sangat penting.

Yayan Rohman bercerita tentang 10 tahun yang lalu tentang penanganan bencana. Titik balik kita diakhir tahun 2007/2008 saat banjir besar melanda dimana sebagian besar wilayah yang tergenang banjir dan lumpuh.

“Dari hal itu maka kita kini bisa menghitung dampak, waktu dan ketinggian banjir akibat luapan sungai bengawan solo,” imbuhnya.

Dengan sistem tata kelola bencana, maka berhasil meraih penghargaan nasional tata kelola bencana terbaik.

Terkait desa siaga, sosialisasi dan pemahaman warga harus senantiasa diberikan sehingga mereka paham dengan resiko terhadap bencana.(*dwi/mcb)

Leave a Comment