Share

Hadiri Perayaan Natal, Suyoto Ceritakan Pengalaman di Vatikan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menghadiri perayaan natal bersama umat kristiani pada Rabu (6/1) malam di Gedung Serbaguna, Jalan KH Mansyur, Bojonegoro. Bupati didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mitroatin, Dandim 0813, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas,

“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat nasrani yang tengah merayakan natal kali ini baik yang datang dari desa sampai kota, apakah mereka yang selama ini menjadi pejabat ataupun rakyat,”kata Suyoto pada sambutannya.

Pada tema yang yang diusung yakni “Hidup bersama sebagai keluarga Allah” termasuk relevan. Tidak hanya dalam konteks hidup di Bojonegoro akan tetapi relevan dimata dunia.

“Juli lalu, saya mendapatkan kesempatan luar biasa memenuhi undangan dari salah satu badan dunia UNSDB yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Agenda internasional ini digelar di kota suci umat kristen yakni kota Vatikan. Dalam pertemuan ini, dihadiri oleh pemimpin dunia. Sedangkan yang mewakili negara-negara ASEAN adalah walikota Seoul korea selatan, wali kota di india dan yang ketiga adalah Bupati Bojonegoro.

Suyoto menceritakan, pada saat di Vatikan, PBB bersama negara-negara di dunia membahas tentang perubahan alam dan kemiskinan yang terjadi.

Bupati menjelaskan bahwa ada beberapa masalah yang kini dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia . Salah satunya adalah tingkat konsumsi manusia yang jauh lebih besar jika dibandingkan apa yang diberikan alam.

“Ancaman tentang Global Warming kini sudah secara nyata bisa kita rasakan,”imbuhnya.

Salah satu dampak nyata dari pemanasan global dimana es abadi di laut atlantis kini tengah mencair . Dari perubahan iklim ini maka dampak akan dirasakan oleh manusia. Nasib lebih untung adalah bagi mereka yang hidup bergelimang materi, sedangkan bagi mereka kaum miskin akan mengalami kesulitan.

“Sehingga trafficking atau perdagangan manusia ini menjadi ancaman nyata di depan mata. Krisis abad 21 adalah abad ketidak pastian dan kekacauan,”tandasnya.

Saat ini, lanjut dia, orang atau negara yang kuat dan kaya berkeinginan untuk mengambil kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki. Ini terjadi karena manusia hanya mengedepanka ego. Demikian pula dalam demokrasi hanya memikirkan ego masing-masing.

Gugusan keluarga ini akan kuat jika senantiasa menegakkan kebenaran dan kebaikan. Hal ini bisa terjadi jika semua manusia memiliki kesadaran bahwa kita adalah mahluk tuhan.

Banyak manusia yang menuhankan harta benda bukan menghamba kepada sang pencipta. harus diingat bahwa manusia adalah ditakdirkan untuk menjadi hamba bagi sang pencipta dan saling menyayangi umat manusia. Untuk membangun hidup ini harus didukung oleh kebenaran dan moralitas terhadap sesama dan sang pencipta.

Bupati mengajak kepada seluruh umat nasrani agar momentum datangnya musim hujan ini agar ikut menabung air dengan biopori ataupun embung. Karena bumi ini adalah bagian dari keluarga kita. Selain itu Bupati mohon doa agar Dana Abadi Migas ini bisa bisa segera terealisasi dan mendapatkan dukungan semua pihak.

Pengelolaan dana dari minyak ini adalah untuk membangun masa depan Bojonegoro. “Minyak ini adalah anugerah untuk anak dan cucu kita sehingga tak harus dihabiskan oleh kita saat ini. Uang ini akan dikelola untuk membangun sumber daya manusia Bojonegoro,” pungkasnya.(humas/dwi)

Leave a Comment