Share

Harga Bawang Merah di Kedungadem Rp17.000/kilogram

Bojonegoro (Media Center) – Harga bawang merah di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, pekan ini tetap stabil di tingkat pedagang mencapai Rp17.000/kilogram.

“Harga penjualan bawang merah tertinggi di tingkat pedagang mencapai Rp17.000/kilogram tidak ada perubahan sejak sepekan lalu,” kata Kepala Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Moch. Nurhasyim, Sabtu (4/1/2014)

Ia menyebutkan memiliki bawang merah sebanyak 1 ton sudah dibeli pedagang dari luar dengan harga Rp17.000/kilogram.

“Ada pedagang lainnya yang juga memiliki bawang merah ditawar Rp16.000/kilogram tidak diberikan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan produksi bawang merah di desanya selama ini dibeli para pedagang dari sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, yang kemudian menjual kepada pedagang luar, diantaranya dari Bojonegoro dan Surabaya.

“Luas tanaman bawang merah di desa kami sekitar 200 hektare. Saat ini panen baru sekitar 10 persennya,” jelasnya.

Hanya saja, katanya, para petani di desanya lebih banyak yang menjual produksi bawang merahnya dengan sistem tebas.
 
Namun, ia memperhitungkan harga bawang merah di tingkat petani di desanya saat ini berkisar Rp12.000-Rp13.000/kilogram.

“Dengan harga berkisar Rp12.000-Rp13.000/kilogram petani tetap memperoleh keuntungan, sebab harga tersebut dalam kondisi bawang merah masih di dalam tanah,” katanya, menegaskan.

Ia memberikan gambaran biaya produksi bawang merah dengan bibit 1 quintal termasuk biaya garap, obat-obatan, mencapai Rp3,5 juta.

Biaya produksi itu, katanya, di antaranya dimanfaatkan untuk membeli bibit bawang merah asal Nganjuk yang saat ini harganya Rp26.000/kilogram.

Dengan bibit 1 quintal itu, jelasnya, para petani mampu menjual bawang merah dengan harga berkisar Rp7,5 juta sampai Rp8 juta.

Mengenai perolehan keuntungan dari menanam bawang merah pada musim tanam kali ini dibenarkan seorang petani asal Desa cempoko, Kecamatan Kedungadem, Satam (60).”Saya menanam 1/2 quintal bawang merah panennya 20 hari lagi. Perhitungannya tanaman bawang merah saya bisa laku Rp6 juta,” ujar Satam.

Ditanya mengenai pengaruh hujan, Satam menyatakan hujan yang turun saat ini tidak merusak tanaman bawang merah di daerah setempat.

“Justru hujan penting bagi tanaman bawang merah, kecuali tanaman bawang merah terendam air banjir. Justru kalau tidak ada hujan maka petani harus rutin menyirami tanaman bawang merah,” ujar Satam. (samcb)

Leave a Comment