Share

Harga Minyak Turun, Paguyuban Sumur Tua Bojonegoro Merugi

Bojonegoro (Media Center) – Paguyuban sumur tua di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, tahun ini belum memenuhi target setoran minyak mentah ke Pertamina EP Asset IV.

“Hal ini disebabkan adanya penurunan harga dan pengembalian minyak kepada Paguyuban oleh Pertamina EP Asset IV,” ujar Camat Kedewan Moch Tarom.

Awalnya, harga yang diberikan Pertamina EP Asset IV sebesar Rp2.700 tiap liternya. Namun sekarang hanya sekitar Rp1.354 tiap liternya. Selain itu, minyak yang disetorkan banyak yang dikembalikan dengan alasan kualitas tidak memenuhi standart.

“Tentu hal ini merugikan paguyuban,” tukasnya.

Saat ini, Paguyuban Wonomulyo mengelola 112 sumur dengan target 1000 barel/hari atau 30 tangki, namun, kali ini hanya memenuhi 15 tangki perhari atau  500 barel/hari. Sementara untuk transportasi dan tangki penyimpanan dibebankan kepada masing-masing penambang.

“Penambang hanya dapat Rp1.100 per liter dari Paguyuban. Karena, masih ada beban biaya yang harus dibayar mereka seperti pembangunan desa, refaksi air, dan untuk pendana,” jelasnya.

Sementara itu, Legal and Relations PEP Asset IV, Sigit Dwi Aryono, mengatakan, ongkos angkat dan angkut di sumur tua mengikuti harga minyak dunia. Setiap liternya, Pertamina EP Asset IV memberikan ongkos 70 persen dari harga minyak dunia.

“Sudah ada perjanjian itu didalam kontrak dengan Paguyuban, jadi kalau harga turun itu karena harga minyak mentah dunia sedang anjlok,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment