Share

Harga Tanah di Trucuk Bojonegoro Naik Tajam

Bojonegoro, 13/8 (Media Center) – Harga tanah di sejumlah desa di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, naik tajam hingga mencapai lima kali lipat setelah ada kepastian pemerintah kabupaten (pemkab) membangun jembatan Bengawan Solo Kecamatan Kota-Trucuk.

Kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Darto, di Bojonegoro, Sabtu (13/8), menjelaskan kenaikan harga tanah di desanya bisa mencapai empat sampai lima kali lipat dibandingkan sebelum ada kepastian pembangunan jembatan Bengawan Solo.

Ia memberikan gambaran harga tanah ukuran 9X10 meter yang biasanya hanya berkisar Rp8 juta-Rp9 juta, sekarang naik menjadi sekitar Rp40 juta.

“Di Desa Trucuk, yang berdekatan dengan lokasi jembatan kenaikannya lebih tinggi lagi,” katanya menegaskan.

Hal senada disampaikan seorang warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Tomo yang menyebutkan banyak orang luar yang membeli tanah di sejumlah lokasi di Desa Trucuk, Tulungrejo dan sekitarnya.

“Saya ikut membantu spekulan tanah dari Bojonegoro untuk membeli tanah di Trucuk. Saya sudah memperoleh tanah di empat lokasi,” ucapnya tanpa menyebutkan harga tanah yang dibeli itu.

Sebagaimana diketahui pemerintah kabupaten (pemkab) merencanakan membangun jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Trucuk-Kota, dengan alokasi anggaran mencapai Rp80 miliar.

Sekarang ini pembangunan jembatan tahap pertama sudah dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp23 miliar dari APBD 2016.

Sesuai data jembatan Bengawan Solo Kecamatan Kota-Trucuk memiliki panjang 145 meter, lebar 9,75 meter dengan model lengkung “grider”.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bojonegoro Andik Tjandra bahwa tujuan pembangunan jembatan di Bengawan Solo, selain untuk memperlancar arus lalu lintas warga, juga akan mendorong berkembangnya sejumlah desa di Kecamatan Trucuk.

“Pembangunan tahap kedua, di antaranya membangun jalan penghubung di Kecamatan Trucuk,” katanya. (*/mcb)

Leave a Comment