Share

Hari Buruh di Bojonegoro, Elemen Mahasiswa Turun ke Jalan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa. Aksi yang digelar di kawasan bundaran Adipura tersebut, dilakukan untuk memperingati hari buruh sedunia atau May Day pada 1 Mei 2014 ini.

Bojonegoro (Media Center) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa. Aksi yang digelar di kawasan bundaran Adipura tersebut, dilakukan untuk memperingati hari buruh sedunia atau May Day pada 1 Mei 2014 ini.

Mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisain, mahasiswa menuntut kesejahteraan buruh atau pekerja. Hal ini lantaran menurut mereka, hingga saat ini masih banyak pekerja yang mendapatkan gaji di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bojonegoro yang senilai Rp 1.129.000,-.

“Bojonegoro disebut-sebut menjadi cikal bakal kota metropolis, tetapi masih banyak buruh yang belum sejahtera,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Imam Syarifudin saat berorasi di Bundaran Adipura.

Selain berorasi dengan membawa spanduk yang berisi kampanye untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, mereka juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang melintas. Usai melakukan aksi di Bundaran Adipura, para mahasiswa ini melakukan long march menuju bundaran Jetak untuk melakukan aksi serupa.

Memperingati hari buruh sedunia tahun 2014 ini, tak hanya aktivis dari PMII yang melakukan aksi turun jalan. Aksi juga dilakukan oleh aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bojonegoro yang melakukan aksi serupa di Bundaran adipura. Meski sempat melakukan blokade jalan, namun secara keseluruhan aksi ini berlangsung tertib. (*/lyamcb)

Leave a Comment