Share

Harus Selalu Waspada, Warga Ucapkan Terima Kasih Usai Terima Santunan Bencana

Bojonegoro – Tiga warga perwakilan penerima santunan korban bencana menghadiri penyerahan secara simbolis di Pendopo Malowopati, Selasa (27/7/2021). Penyerahan santunan bersama dengan Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

Santunan korban bencana sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2019 tentang pemberian bantuan atau santunan bagi korban bencana di Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu perwakilan penerima santunan Muzaitun Hartatik mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mengupayakan dirinya untuk mendapat santunan. Diketahui Hartatik, sapaannya merupakan korban bencana kebakaran di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno Juni lalu. Tidak ada korban jiwa, melainkan kerugian materiil berupa rumah semi permanen beserta perabot yang dilahap si jago merah.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih banyak pada berbagai pihak yang terlibat karena sudah dibantu,” ucap perempuan dua anak tersebut.

Tak lupa Perempuan asal Dusun Parengan ini menyampaikan sosialisasi terkait kewaspadaan bencana kebakaran pada warga lainnya. Apalagi dengan musim kemarau seperti saat ini dapat dengan mudah memicu kebakaran.

“Meninggalkan rumah harus diperiksa dulu. Mengamankan kompor, lampu atau sejenisnya yang rawan. Kejadian yang saya alami, api tidak sampai lima menit sudah merambat ke mana-mana. Waktu itu kebakaran diperkirakan berawal dari sisa pembakaran sampah ternak,” terangnya.

Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Ardian Orianto mengatakan, santunan bencana merupakan upaya agar mengurangi beban dari warga dan BPBD memiliki anggaran untuk masyarakat terdampak bencana.

“Penerima santunan ada yang Rp 3 juta, ada yang Rp 15 juta. Kita memang melihat tingkat kerugiannya dan sudah ada di Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2019 tentang pemberian bantuan atau santunan bagi korban bencana di Kabupaten Bojonegoro,” jelas Ardian.

Ardian juga berpesan pada penerima santunan ataupun warga lain untuk lebih berhati-hati lagi. Sebab kebakaran identik dengan kelalaian. Salah satunya dengan memperhatikan sambungan kabel.

“Masyarakat harus lebih peka,” imbuhnya.

Penyerahan santunan dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Ardian Orianto, Camat serta Kepala Desa yang berkepentingan.

Penyerahan santunan secara simbolis diwakilkan oleh korban kebakaran Muzaitun asal Desa Lebaksari, kecamatan Baureno sebesar Rp 15 juta ; korban bencana tenggelam Suwaji asal Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo sebesar Rp 3 juta ; dan korban bencana tenggelam Muhammad Farisal Reza asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk menerima santunan sebesar Rp 3 juta.

Leave a Comment