Share

IDFos Gelar Lokakarya Pro Mama Asih

Bojonegoro, 16/11 (Media Center) – IDFoS Indonesia baru-baru ini menyelenggarakan Lokakarya terkait pelayanan public dibidang kesehatan yang bertujuan untuk menemukan hal-hal penting untuk keberlanjutan dari program Maklumat Bersama Pelayanan Bersih (PRO MAMA ASIH).

PRO MAMA ASIH merupakan program yang difasilitasi oleh IDFos Indonesia dan didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas. Program tersebut telah dilaksanakan di 2 (dua) puskesmas di Kabupaten Bojonegoro, yakni Puskesmas Pungpungan (Kalitidu) dan Puskesmas Gayam (Gayam).

Lokakarya yang mengambil tema “Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan yang Partisipatif di Kabupaten Bojonegoro”, menghadirkan beberapa elemen seperti Pemerintah, Perusahaan, organisasi masyarakat, Perguruan tinggi, dan NGO se kabupaten bojonegoro. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa (07/11/2017) di Co Creating Room lt. 2 Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi P. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Joko tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian dari Program MAMA ASIH yang kegiatannya sudah berjalan mulai awal tahun 2017.

“Harapannya, dalam lokakarya ini kami menemukan hal-hal penting dan ide-ide yang baik untuk keberlanjutan program tersebut,”imbuhnya.

Sambutan kedua dari Bupati Bojonegoro, Suyoto. Dalam sambutannya, Bliau menyampaikan bahwa cara pelayanan sekarang dengan dahulu sangat berbeda, saat ini rakyat bukan hanya market yang dilayani tetapi juga bias menjadi partner.

“Maka, kemudian kita ada transparan, kita selalu terbuka untuk saling berkontribusi dalam mewujudkan target-target, selanjutnya kita membuat jalan baru bersama-sama dan membuat norma-norma baru yang disepakati. Seperti di pkm Gayam dan Pungpungan EMCL, NGO, dan masyarakat saling berkontribusi”, imbuhnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber. Ada empat narasumber yang hadir dalam lokakarya tersebut. Yang pertama oleh Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi P yang memaparkan tentang temuan lapangan terkait pelayanan kesehatan di PKM Pungpungan dan Gayam.

Kemudian, dipaparkan juga bahwa di PKM Gayam dan Pungpungan ini sudah ada forum yang mana fungsinya adalah menerima aduan dari masyarakat, sehingga disetiap wilayah (desa) ada perwakilan untuk menyalurkan keluhan-keluhan yang ada dimasyarakat.

Tantangannya adalah Jika terjadi misalnya mall pelayanan, apa yang bisa kita lakukan? Sebab forum ini adalah organisasi baru, organisai PKM yang sistimnya perlu kita dorong, apa fungsinya, perannya. Sehingga keberlanjutan forum merupakan point penting dalam diskusi tersebut.

Dilanjutkan dengan narasumber kedua oleh oleh Kadin Kominfo, H.Kusnandaka, memaparkan tentang keterbukaan yang dilakukan di tingkat kabupaten seperti aplikasi siap lapor dan juga forum yang dilakukan di setiap hari jumat untuk mengkolaborasikan keinginan masyarakat dengan pemerintah.

Narasumber ketiga yaitu Sally Atyasasmi selaku Ketua Komisi C, ia memaparkan tentang forum peduli kesehatan ditingkat kabupaten yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya, dan membahas tentang prinsip-prinsup dan model dari forum tersebut serta payung hukum yang nantinya akan digunakan.

Kemudian yang terakhir adalah paparan materi dari Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ibu Endah. Dalam kesempatan tersebut dia menyampaikan tentang Puskesmas yang ada di Kabupaten Bojonegoro mulai dari yang sudah terakreditasi dan juga belum terakreditasi.

Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta tersebut diakhiri dengan tanya jawab antara peserta dan narasumber.(*dwi/mcb)

Leave a Comment