Share

IHF Gelar Festival Pendidikan Karakter

Bojonegoro, 2/5 (Media Center) – Menyambut Hari Pendidikan Nasional, Guru Semai Benih Bangsa se-Bojonegoro dan Tuban mengadakan Festival Pendidikan Karakter di Gedung Serba Guna Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Selasa (1/5/2018). Berbagai karya dan inovasi anak didik ditampilkan dalam festival ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk tukar informasi antar lembaga yang tergabung dalam program Semai Benih Bangsa (SBB),” ujar Arfida Luthfiyasari, perwakilan Indonesia Herritage Foundation (IHF) yang membina para guru di Bojonegoro dan Tuban.

Fida mengatakan, sejak 2007 IHF sebagai mitra program ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah membina 415 guru dari 90 sekolah setingkat TK dan PAUD di Kabupaten Bojonegoro, Blora dan Tuban untuk menerapkan metode Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di lingkungan sekolahnya.

“Kini semua kita kumpulkan di sini untuk menyegarkan kembali ilmu dan pengetahuan mereka,” ucap Fida.

Festival ini sekaligus meningkatkan komunikasi antar guru. Berbagai pengalaman dan observasi para guru di sekolah masing-masing menjadi materi berharga bagi guru lainnya. “Pendidikan itu ilmu yang kontekstual dan berkembang, karena sebagai objeknya, manusia itu unik,” kata Fida.

Menurut Fida, komunikasi yang terus berlangsung ini merupakan bentuk keberlanjutan program. Sejak diprakarsai EMCL pada 2007 lalu, metode pengajaran berbasis karakter terus berkembang. “Output pendidikan model seperti ini sangat disukai orang tua karena mereka melihat perkembangab anaknya begitu baik,” imbuh Fida.

Fida membeberkan, pendidikan karakter di TK dan PAUD telah membentuk kepribadian yang mendalam bagi seseorang. Sikap-sikap sederhana yang baik ditananmkan kepada anak-anak sejak dini. “Ketika dewasa, mereka akan terus memiliki kepribadian baik itu. Itu terbukti pada beberapa anak didik di sini, dan saya juga mendengar banyak terjadi pada anak didik guru-guru lain di beberapa tempat,” imbuh perempuan yang tinggal di Kecamatan Gayam itu.

Perwakilan EMCL, Galih Tiara mengatakan, prakarsa pendidikan berbasis karakter bukan tanpa alasan. Metode pendidikan seperti ini, kata dia, telah terbukti mampu menghasilkan anak-anak yang berbudi pekerti. “Tokoh pendidikan nasional yang menggagas program ini telah menginspirasi kami untuk menerapkan metode ini di wilayah operasi kami,” ungkap perempuan yang biasa disapa Rara itu.

Rara menegaskan, “Sebagai Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, EMCL berkomitmen untuk membantu Pemerintah meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.”

Semai Benih Bangsa merupakan program pendidikan yang menerapakan pendidikan kholistik berbasis karakter. Para tokoh dan pakar pendidikan nasional yang digawangi Ratna Megawangi menggagas program ini melalui lembaga nirlaba yang didirikannya, Indonesia Herritage Foundation (IHF).

Kata Ratna, untuk mewujudkan “Bangsa Berkarakter, Cerdas, dan Kreatif” IHF mencoba membuat terobosan-terobosan baru bagaimana mewujudkan insan berkarakter mulia yang konsisten antara pikiran, hati, dan tindakan nyata (“habit of the mind”, “habit of the heart”, dan “habit of the hands”). Terobosan tersebut dilakukan melalui pengkajian, pengembangan, dan pendidikan 9 Pilar Karakter, serta pengembangan beberapa strategi pendidikan untuk menciptakan generasi kreatif dan berdaya pikir tinggi (Higher Order Thinking Skills).(*dwi/mcb)

Leave a Comment