Share

Imbas Isu Babi Hutan, Pedagang Daging Sepi Pembeli

Bojonegoro (Media Center) – Pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai resah lantaran menurunnya jumlah pembeli. Hal ini diduga imbas dari penyitaan daging babi hutan (celeng) oleh pihak kepolisian resor (polres) Bojonegoro pada Minggu (23/8).

“Banyak pembeli kami yang takut kalau daging yang kami jual ini bercampur daging celeng. Padahal selama ini kami maupun pedang lain tidak pernah mengoplos,” keluh salah satu pedagang daging sapi di pasar Kota Bojonegoro, Ari Yudhi saat ditemui kanalbojonegoro.com di kiosnya, Selasa (25/8).

Padahal, kata dia, daging yang dia jual setiap hari merupakan daging sapi sembelihan sendiri. Sehingga daging yang dia jual murni daging sapi.

Ia mengaku, paska penangkapan pembawa daging yang diduga akan diedarkan di pasar sekitar Bojonegoro itu, penjualan dagingnya menurun sekitar 30%. Biasanya, dia mampu menghabiskan daging 1,5 hingga 2 kwintal, kini dia hanya mengahabiskan 1 kwintal daging saja.

“Kami punya pembeli tetap selain pembeli dari rumah tangga. Pembeli tetap kami adalah para penjual bakso, tetapi kini penjual bakso juga mengaku sepi pembeli.

“Pembeli bakso juga khawatir pentolnya dicampur daging celeng,” paparnya.

Harga jual daging sapi asli di pasaran saat ini di kisaran Rp97 ribu/kilogram untuk daging yang bagus. Sedangkan, daging sapi biasa berada di kisaran Rp85 sampai Rp90 ribu/kilogram. Menurutnya, pedagang daging yang sudah lama berdagang akan dengan mudah membedakan daging sapi dengan daging celeng.

Daging celeng, kata dia, tekstur dagingnya memiliki serat lebih kasar dan warnanya agak putih. Selain itu, tulang-tulang yang masih menempel di daging lebih kecil.

“Rasanya juga pasti berbeda dengan daging sapi,” ujarnya.

Akibat adanya penangkapan daging celeng oleh polisi kemarin, penjualan daging sapi di Bojonegoro seret. Para pembeli daging seperti tukang bakso dan masyarakat biasa kini banyak yang beralih membeli daging ayam potong karena harganya lebih murah.(dwi/*mcb)

Leave a Comment