Share

Imbau Warga Bantaran Sungai Awasi Anak

Bojonegoro (Media Center) – Camat Kanor, Subiyanto meminta warga terutama yang tinggal dekat Sungai Bengawan Solo selalu memperhatikan dan mengawasi anaknya saat bermain. Karena, meski tampak dangkal, sungai terpanjang di Pulau Jawa ini juga berbahaya saat kemarau.

“Kedalaman sungai tidak merata yang bisa menyebabkan anak tenggelam,” ujarnya, Senin (21/9).

Hal ini ia sampaikan pasca penemuan jenazah dua anak yang dikabarkan hilang sejak Minggu (20/9). Dua anak itu adalah Laniasita (9) dan sepupunya, Rahmawati (9) yang ditemukan meninggal di Sungai Bengawan Solo, di Desa Bakalan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur pada Senin (21/9).

Korban pertama ditemukan yaitu Laniasita, terapung di Bengawan Solo, pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB. Jenazah siswi kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kabalan ini, tersangkut jaring ikan yang difungsikan untuk mencari korban tenggelam. Kemudian, korban kedua, Rahmawati, juga ditemukan di Bengawan Solo, tepatnya di Desa Bakalan, Kecamatan Kanor, pada Senin sekitar pukul 10.30 WIB. Keduanya ditemukan oleh Tim SAR, polisi dan juga dari penyelam tradisional di Kecamatan Kanor yang dikerahkan mencari korban.

“Ya, kedua anak tenggelam sudah ditemukan,” ujar Sus, anggota Tim pencarian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pada Senin 21 September 2015.

Sebelum kejadian, kedua korban sempat bermain-main di pinggir Sungai Bengawan Solo, yang lokasinya tak jauh dari Desa Kabalan dan Simbatan, Kecamatan Kanor. Keduanya, sempat pamitan ke neneknya Sriah, untuk pergi bermain-main. Namun, menjelang waktu Maghrib hingga larut malam, keduanya tidak pulang ke rumah.

Pihak keluarga akhirnya melaporkan ke Kantor Desa Kabalan, juga di Kantor Kecamatan Kanor serta di Kepolisian Sektor setempat. Setelah dilakukan pencarian pada Minggu malam hingga Senin dini hari, kedua gadis kecil tersebut, juga tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, dilakukan pencarian di Sungai Bengawan Solo, antara di Desa Kabalan dan Simbatan.

Tim SAR mencari di pinggiran sungai hingga ke tengah. Beberapa perahu karet dan tradisional, mengitari perairan sungai yang rata-rata berkedalaman antara satu hingga lima meter. Untuk hal-hal lainnya, polisi juga telah melakukan pemeriksaan.(dj/*mcb)

Leave a Comment