Share

Ingin Stand Belimbing Diresmikan

Kami mau menngusulkan beberapa hal, diantaranya mengenai sistem sewa pondok ini

Bojonegoro (Media Center) – Sejumlah pondok-pondok kayu yang menempati bagian depan agorwisata belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu Bojonegoro, hingga saat ini belum diresmikan.

Hal itu diungkapkan oleh Supriyatin, warga desa setempat yang memanfaatkan tempat yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk berjualan buah berbentuk seperti bintang tersebut.

“Saya harap ini segera diresmikan,” jelasnya. Ia beralasan, bila ada seremoni peresmian, dirinya bersama pedagang lain akan dapat memanfaatkan seremoni tersebut untuk berdialog dengan pejabat berwenang.

“Kami mau menngusulkan beberapa hal, diantaranya mengenai sistem sewa pondok ini,” tambahnya. Wanita yang sepenuhnya menggantungkan hidup pada buah belimbing sebagai mata pencaharian ini, mengatakan bahwa harga sewa yang diterapkan masih dirasa memberatkan.

“Sehari lima ribu rupiah, kalau untuk stand diluar itu sangat berat,” jelasnya. Ia mengatakan, harga sewa tersebut dibayarkan pada pemilik tanah yang menjadi lokasi berdirinya pondok-pondok tersebut.

Setiap hari, dirinya harus membayar harga sewa yang ditetapkan, tak ada perbedaan antara hari libur dengan hari biasa. “Sama saja, hari libur ataupun hari biasa, stand di dalam ataupun di luar ya lima ribu itu,” terang Supriyatin.

Menurut Supriyatin, mustinya ada perbedaan, selain pada hari biasa relatif lebih minim pengunjung, stand miliknya yang ada di luar jelas tidak sestrategis yang ada di dalam. “Pengunjung itu datang langsung masuk dan belanja di dalam, kalau keluar paling-paling yang ingin nambah belinya,” jelasnya beralasan. (ramcb)

Leave a Comment