Share

Ini Upaya Bojonegoro Tekan AKI

Bojonegoro (Media Center)- Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya standarisasi pelayanan sumber daya manusia (SDM) baik ahlinya maupun kurangnya pengetahuan dari masyarakat.

Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bojonegoro, Moch. Isnaini mengatakan, memang dalam penanganannya, standarisasi bidan masih rendah. Hal itu karena sebelumnya tidak ada standar khusus yang mengatur standarisasi pelayanan ibu hamil.

“Sebelumnya bidan yang bekerja tidak ada standarisasi khusus, karena setelah lulus perguruan biasanya langsung bekerja,”ujarnya, Jumat (31/7).

Sehingga untuk menurunkan AKI tersebut, saat ini ada standarisasi kompetensi bagi pelayan ibu hamil. Dengan standarisasi tersebut, saat ini AKI mulai mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, AKI tahun 2014 mengalami penurunan hingga 67,75%.

“Ada ibu yang kurang pengetahuannya, juga tenaga penanganannya yang kurang. Sekarang ada prosedur yang baru yang lebih baik,” imbuhnya lagi.

Pihaknya berharap, kasus AKI terus mengalami penurunan dengan menambahkan standar pelayanan. Bahkan, untuk assesment akan ada intervensi lagi sehingga angka itu bisa turun lagi.

“Paling banyak karena dari sisi penanganannya ditingkat dasar,” terangnya.

Sementara Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, selain standar pelayanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus melakukan upaya peningkatan dari segi infrastruktur.

“Standar sudah ditempuh. Pendukung seperti gedung, alat sudah dibangun setiap desa ada polindes. Trasnportasi rujukan sudah ada,” terangnya.

Pihaknya berharap bisa  terus menurunkan AKI, walaupun kematian itu merupakan takdir, tapi takdir yang bisa dipilih. Karena ini menyangkut pengetahuan, bagaimana keluarga maupun dokter yang menanganinya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment