Share

Inilah Bentuk Kepedulian Pemkab Bojonegoro di Bidang Keagamaan

Bojonegoro, Media Center – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan pembinaan kepada Ta’mir / Marbot Masjid, Ustadz/Ustadzah, Modin Perempuan dan Majelis Ta’lim di Kabupaten Bojonegoro di empat kecamatan, Senin (9/3/2020) kemarin.

Keempat kecamatan yang menjadi sasaran pembinaan adalah Sugihwaras, Balen, Temayang dan Kecamatan Kedungadem. Para Ta’mir / Marbot Masjid, Ustadz/Ustadzah, Modin Perempuan dan Majelis Ta’lim dari 4 (empat) yang menerima insentif dari Pemkab Bojonegoro sejak tahun 2019 lalu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bojonegoro, Sahari menyampaikan, pemberian insentif dan pembinan ini merupakan program dari Pemkab Bojonegoro untuk memberikan perhatian kepada Ta’mir / Marbot Masjid, Ustadz/ Ustadzah, Modin Perempuan dan Majelis Ta’lim di Kabupaten Bojonegoro.

Diungkapkan, berdasarkan data di Kesra Bojonegoro, Jumlah marbot atau penjaga kebersihan tempat ibdah yang menerima insentif tahun 2020 ini sebanyak 3.999 marbot. Jumlah tersebut meningkat dibanding 2019 lalu, sebanyak 2.618 marbot.

Anggaran yang disiapkan dalam APBD 2020 untuk marbot sebesar Rp 499. 875.000. Setiap marbot mendapatkan Rp125.000 per bulan. Setiap tempat ibadah dianggarkan untuk tiga orang.

“Insentif ini kita cairkan setiap tiga bulan sekali, langsung ke rekening masing-masing marbot,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Bojonegoro, Sahari.

Sementara jumlah Ustadz/ Ustadzah yang menerima insentif tahun 2020 ini sebanyak 4.100 lebih. Jumlah tersebut sama dengan tahun 2019 lalu. Setiap orang memperoleh insentif Rp100.000/bulan.

Anggaran yang disiap untuk insentif guru ngaji sebesar Rp6 miliar. Guru ngaji yang mendapatkan insentif diantaranya tidak berstatus pegawai negeri sipil (PNS), tidak mendapat sertifikasi, dan memiliki piagam atau ijazah mengajar TPQ maupun TPA. Syarat lainnya, guru ngaji yang mengajar 30 santri.

Sesuai pendataan yang dilakukan jumlah ustad dan ustad di Bojonegoro sebanyak 7.000 ustad dan ustadah. Mereka mengajar 1.800 TPA dan TPQ yang tersebar di 419 desa dan keluarahan di 28 kecamatan di Bojonegoro.

“Namun dari jumlah itu, setelah kita verifikasi yang berhak mendapat insentif sejumlah 4.100 an orang,” ujarnya.

Sedangkan untuk modin perempuan yang menerima insentif tahun 2020 ini sebanyak 352 orang. Jumlah tersebut sama dengan tahun sebelumbnya Insentif yang diberikan sebesar Rp 1 juta per orang per tahun.

Untuk jumlah majelis taklim yang mendapat insentif tahun 2020 ini sebanyak 3.096 kelompok yang tersebar di 430 desa/kelurahan di 28 kecamatan. Setiap kelompok memperoleh bantuan Rp1 juta/tahun/kelompok. Program ini baru pertama kali dilaksanakan Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Anna Muawanah – Wakil Bupati Budi Irawanto.

“Dengan ini diharapkan para Ta’mir / Marbot Masjid, Ustadz/Ustadzah, Modin Perempuan dan Majlis Ta’lim bisa lebih bersemangat lagi,” pungkas Sahari.

Bupati Anna Muawanah menambahkan, program yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab untuk orang-orang yang mengabdi kepada umat.

Pada kesempatan itu, Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro, meminta kepada para ustadz/ustadzah yang mengajar ngaji lebih teliti. Bila menemukan kejanggalan terhadap buku materi/ Kitab atau menemukan sesuatu yang menyelipkan pesan-pesan radikal untuk segera melaporkan.

“Sehingga bisa menekan perkembangan paham radikal di Bojonegoro dan untuk menumbuhkan rasa cinta NKRI,” pungkas Bu Anna.(Dwi)

Leave a Comment