Share

Inilah Masukan dari Pakar UGM untuk Petani dan Peternak di Bojonegoro

pada pertengahan April lalu, kita diundang oleh Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk mengikuti workshop

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) siap mensosialisasikan berbagai masukan dalam rangka mendukung Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan dan Energi Negeri. Termasuk hasil berbagai diskusi dengan para pakar yang telah dilakukan sebelumnya.

“Salah satunya adalah pada pertengahan April lalu, kita diundang oleh Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk mengikuti workshop,” jelas Kusnandaka Tajtur, Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro. Menurutnya, workshop tersebut memang khusus diselenggarakan untuk Pemkab Bojonegoro, yakni mengenai konsep-konsep integrasi hasil bumi yang meliputi pangan, kayu, pertanian, peternakan, dan energi.

Selain workshop, pihaknya juga melakukan diskusi yang melahirkan konsep-konsep terobosan yang diperlukan untuk kesejahteraan rakyat Bojonegoro, berikut ini adalah hasil diskusi antara Pemkab Bojonegoro dengan pihak UGM:

Bidang Perkebunan dan Kehutanan

  • Perlu peningkatan kapasitas kelembagaan LMDH
  • Pembagian pola tanam di daerah lokasi tegakan
  • Pendampingan petani di lahan Perhutani
  • Penampungan pemasaran dan pengolahan porang
  • Pengembangan tanaman gerut

Bidang Pertanian

  • Optimalisasi Intap
  • Pemberdayaan pembuatan dan penggunaan pupuk organik
  • Pembuatan dan pemanfaatan agensi hayati
  • Pendampingan program pengembangan tanaman jambu

Bidang Teknologi Pengolahan Hasil
Perlunya pendampingan untuk sentra pengolahan hasil pertanian & perkebunan melalui mahasiswa KKN di wilayah sentra-sentra sebagai berikut :

  • Sentra jambu di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu untuk pengolahan jambu menjadi aneka produk olahan sampai dengan packaging dan kemitraan untuk pemasaran hasil
  • Sentra bawang merah di Desa Duwel dan Desa Pejok Kecamatan Kedungadem untuk pendampingan dalam hal penyimpanan bawang merah pada silo dengan sistem aerasi sehingga bawang merah bisa disimpan untuk tunda jual dan tingkat susutnya rendah
  • Sentra perikanan di Desa Mlaten dan Desa Pungpungan Kecamatan Kalitidu untuk pendampingan pengolahan lele & ikan air tawar menjadi aneka produk olahan dan packaging serta pendampingan pemasaran hasil
  • Sentra porang di Desa Klino Kecamatan Sekar perlunya pendampingan dalam hal pengolahan porang menjadi tepung dan sebagainya
  • Mencoba mengajukan LPDP untuk pengolahan hasil pertanian (jambu biji, lele dan bawang merah) menjadi produk olahan makanan dan minuman

Peternakan

  • Pembibitan sapi PO, meningkatkan motivasi peternak untuk memelihara sapi PO
  • Mengatasi kebutuhan bibit kambing/domba dengan program pemberdayaan masyarakat untuk program village breeding centre (untuk tahun 2015 akan dicoba diajukan ke lpdp rispro dengan produk akhir kambing/domba bibit berkualitas dan bersertifikat)
  • Refreshing/workshop tenaga paramedis veteriner tentang kesehatan reproduksi
  • Studi kelayakan pembangunan RPH modern
  • Pelatihan SDM pengelola RPH
  • Pembibitan sapi PO, meningkatkan motivasi peternak untuk memelihara sapi PO
  • Kegiatan-kegiatan ini diutamakan akan dilakukan pada petani/peternak disekitar hutan untuk mendukung integrated farming.
  • Pemberdayaan masyarakat untuk ternak ayam

 

Leave a Comment