Share

Integrasikan Potensi Untuk Sejahterkan Warga

esa Bendo, Kecamatan Kapas terus berinovasi. Desa dengan luas 515 hektar itu memaksimalkan semua potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya adalah dengan budidaya ikan kerumbu apung di waduk yang dibangun di tanah solo valey.

Bojonegoro (Media Center) – Desa Bendo, Kecamatan Kapas terus berinovasi. Desa dengan luas 515 hektar itu memaksimalkan semua potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya adalah dengan budidaya ikan kerumbu apung di waduk yang dibangun di tanah solo valey. Saat ini terdapat sebanyak 24 kerumbu dengan beragam jenis ikan seperti jambal (patin), nila dan lele dengan masing-masing ukuran 4×4 meter. Kerumbu apung itu dikelola secara kelompok dan perorangan.

Dalam budidaya kerumbu apung itu setiap kali panen bisa mendatangkan keuntungan bersih Rp1.500 dengn jangka waktu paling lama tiga bulan.

“Ini sangat membantu warga untuk memperoleh nilai tambahan pendapatan. Karena dengan teknis kerumbu apung ini lebih efesien dalam pemeliharan namun hasilnya bisa mekasimal,” kata Kepala Desa Bendo, Andi Prabowo.

Rencananya budidaya ikan dengan kerumbu apung ini akan dikembangkan ditanah solo valley di wilayah Bendo yang tak lama lagi akan di bangun waduk. Saat ini tanah solo valey di wilayah setempat masih di garap warga untuk pertanian.

“Jadi nanti bisa menjadi pengganti sumber pendapatan petani yang menggarap tanah solo valley,” tegas Andi.

Disamping itu, desa berpenduduk 4.130 jiwa yang tersebar di dua dusun yakni Dusun Krajan dan Santren itu akan memaksimalkan potensi lainnya yang ada yakni salak dan pertanian. Untuk salak, akan diolah menjadi makanan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. seperti Selai Salak, kurma, sirup, keripik, dan olahan lainnya.

“Karena salak di sini tak tahan lama, baru beberapa hari pucuknya sudah busuk karena kebanyakan air. Sehingga perlu diolah menjadi bentuk lain yang bisa mengangkat harga jualnya,” turut Andi.

Sedangkan di bidang pertanian, petani Bendo terus berinofatif untuk menerapkan tekhnologi pertanian guna meningkatkan produksinya. Diantaranya melalui program sekolah lapang bersama Dinas Pertanian dan organisasi pangan dan hortikultura (FAO) di bawah naungan Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Banyak tehknologi yang diterapkan petani Bendo yakni pembuatan dan pemakaian pupuk hayati, penanggulangan hama dengan tanaman, penggunaan mesin pada saat tanam padi. “Rencananya kita juga akan memperoleh mesin perontok padi,” sambung Pujianto, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya 1.

Saat ini di Bendo sendiri sudah terdapat Warung Pondok Salak yang menyediakan beraneka masakan tradisonal. Seperti belut bakar, belut, goreng, belut gepuk dengan paduan sambal terasi. Lokasi warung pondok salak ini berada di tengah kebun salak yang rindang dan sejuk. Selain itu harganya juga terjangkau oleh semua kalangan.

“Kita akan menggabungkan potensi yang ada di sini dengan kuliner. Sehingga kebutuhan pokok kuliner bisa dipenuhi dengan hasil sumber daya alam yang ada disini sehingga melahirkan simbiois mutualisme,” timpal Andi, meutup perbincangnya.(**numcb)

Leave a Comment