Share

Investor Singapura Tertarik Peternakan Unggas Terpadu Bojonegoro

Bojonegoro, Media Center – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memaksimalkan sektor peternakan untuk menarik investor agar menanamkan investasinya membuahkan hasil. Investor asal Singapura telah menyampaikan niatnya untuk menanamkan investasinya di bidang peternakan.

“Mereka tertarik dengan peternakan unggas terpadu,” ujar Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Bojonegoro, Yusnita Liasari usai rapat KUA-PPAS) APBD 2020 bersama Komisi A DPRD Bojonegoro, Kamis (13/8/2020).

Yusnita menjelaskan peternakan unggas terpadu di Bojonegoro berda di Kecamatan Kalitidu dan Trucuk. Kedua wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan peternakan uanggas sesuai RTRW baru.

“Jadi di situ lengkap. Mulai hulu hingga hilirnya ada,” kata Yusnita.

Selain peternakan, lanjut dia, sektor pertanian Bojonegoro juga sedang gencar ditawarkan untuk menarik investor. Salah satunya adalah budidaya tanaman porang.

“Tanaman ini sekarang ini banyak dicari. Apalagi katanya bisa untuk mencegah corona,” tegasnya.

Ia berharap dengan memaksimalkan potensi peternakan dan pertanian ini dapat mendongkrak investasi di Bojonegoro. Sehingga tidak hanya mengandalkan migas.

“Karena harapan Ibu Bupati jangan hanya mengandalkan migas. Tapi potensi lain harus dimaksimalkan,” ungkapnya.

Yusnita menambahkan realisasi investasi Bojonegoro hingga semester pertama ini mencapai Rp 6 triliun lebih atau 71% dari target sebesar Rp 8 triliun dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) tahun 2020.

“Ada kenaikan target 4,35 persen,” pungkasnya.

Menurut Yusnita ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mencapai target investasi. Antara lain mempromosikan potensi dan peluang usaha Kabupaten Bojonegoro melaui media sosial (medsos), pemasangan Baliho, mengikuti pameran potensi daerah dan peluang usaha baik di dalam daerah maupun di luar Daerah.

Kemudian, mengadakan temu usaha (Gathering), memberikan Isentif dan kemudahan Penanaman Modal antara lain memberikan pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah danretribusi daerah, menyediakan data dan informasi penanaman modal, dan penyediaan sarana dan prasarana seperti pembangunan infrastruktur jalan.

Kemudahan lainnya yang diberikan kepada investor adalah memfasililitasi penyediaan lahan dan sarana pergudangan, memberikan bantuan teknis (memberikan bantuan dalam koordinasi dengan Dinas Instansi terkait maupun dengan masyarakat), percepatan pemberian perizinan dan non perizinan, dan memfasilitasi pelatihan tenaga kerja (memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang dibutuhkan oleh investor sesuai dengan kebutuhannya).

Anggota Komisi A Zulma Dwi Satrio Putra meminta agar DPMPTS Bojonegoro benar-benar memaksimalkan potensi yang dimiliki Bojonegoro untuk menarik investor yang bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Baik sektor pertanian, peternakan, wisata maupun lainnya.

“Seperti tanaman porang ini jangan hanya mencari buyer, tapi harus segera dibuatkan perjanjian dengan pembudidaya agar ada ikatan kerjasama,” sarannya.(Dwi)

Leave a Comment