Share

Jaga Potensi Geologi, Bojonegoro Perlu Cagar Alam Geologi

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, potensi wisata geologi di Bojonegoro meliputi sektor keunikan alam, energi dan mineral, serta fosil dan kepurbakalaan.

Kepala Dinas ESDM, Agus Suprianto, mengatakan, potensi tersebut akan disesuaikan dengan amanat UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Sehingga, Bojonegoro perlu membuat situs cagar alam geologi dan kawasan perlindungan air tanah. Hal ini dilakukan, agar potensi geologi di Bojonegoro bisa terjaga.

“Untuk pemetaan itu sudah ada,  namun akan dimaksimalkan lagi sebagai implementasi Undang-undang,” tukasnya,

Agus mengungkapkan, ada hal yang menarik terkait adanya fosil yang melimpah di Bojonegoro. Fosil-fosil tersebut tersimpan baik di lapisan sedimen seperti pada lapisan gamping (foraminfera), batu pasir dan batu lempung.

“Bahkan, di sepanjang Sungai Bengawan Solo ditemukan beberapa fosil,” imbuhnya.

Dia mengatakan, fosil yang ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo diantaranya, Stegodon trigonochepalus (gajah), Hippopotamus (kuda nil), Cervus (rusa), Bubalus palaeokarabaus (kerbau), Crabs (Kepiting air asin) dan Ikan Paus.

“Keberadaan fosil kepiting dan ikan paus menunjukkan bahwa berjuta-juta tahun lalu, Bojonegoro adalah sebuah lautan,” tutupnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment