Share

Jalan Sehat dan Senam Massal SKJ Meriahkan Festival Geopark Bojonegoro ke 2

Bojonegoro, Media Center – Festival Geopark Bojonegoro ke 2 yang dipusatkan Objek Wisata Texas Wonocolo, Kecamatan Kedewan, berlangsung meriah, Minggu (8/12/2019). Even tahunan diawali dengan jalan sehat, dan dilanjutkan senam SKJ 2018.

Jalan sehat diikuti seratusan perserta. Terdiri dari pelajar mulai tingkat SD hingga SMP, instansi dan masyarakat.

Jalan sehat menempuh jarak sekitar dua kilo meter. Dengan start dan finish Texas Wonocolo. Peserta menyusuri jalan perbukitan, sambil melihat pengeboran minyak secara tradisional.

Banyaknya peserta jalan sehat ini karena panitia membagikan karcis secara gratis. Selain itu juga menyediakan hadiah menarik seperti sepeda gunung, mesin cuci dan hadiah hiburan lainnya.

“Senang. Bisa olah raga. Apalagi tiketnya gratis dan hadiahnya banyak,” ujar Vera Ayutikasari, pelajar Kelas VIII SMP Negeri 1 Kedewan.

Sesampainya di lokasi finish, peserta diajak senam bersama SKJ 2018. Setelah itu disuguhi hiburan elektune sambil pengundian hadiah jalan sehat.

Camat Kedewan, Edi Subroto menegaskan, jalan sehat dan senam SKJ ini selain untuk memeriahkan festival Geopark Bojonegoro, juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga.

“Diharapkan olahraga menjadi budaya masyarakat khususnya warga Kedewan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Amir Syahid menambahkan, ada sejumlah kegiatan yang diselenggarakan untuk memeriahkan Festival Geopark ke 2 ini mulai pagi hingga malam haru. Selain jalan santai dan senam massal SKJ 2018, juga tari jaranan cilik, atraksi sapta pesona, 2018, drama tari mluntur lantung, dan sisir destinasi wisata dengan naik Jeep.

Kemudian, pagelaran reog, sandur, tari, karawitan, gelar seni kentrung, dan langen tayub.

“Melalui event ini kita ingin mempromosilan wisata geopark Bojonegoro kepada masyarakat luas,” tegasnya.

Untuk diketahui, Geopark Bojonegoro merupakan salah satu geopark nasional. Kawasan geopark Bojonegoro ini resmi memperoleh sertifikat geopark nasional sebagai kawasan cagar alam geologi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM pada 2017 lalu. Dengan areal seluas 23 kilometer persegi dan dihuni 1400 jiwa, Kawasan Geopark Bojonegoro menjanjikan wisata alam khususnya berupa hamparan minyak yang menyatu dengan kebudayaan setempat.

Selain hamparan minyak, masih ada destinasi wisata yang juga tersebar di Kawasan Geopark Bojonegoro. Di antaranya, struktur “Antiklin” Kawengan bagian puncak antiklin, bagian sayap kanan dan sebagian sayap kiri, semuanya di Kecamatan Kedewan.

Geopark lainnya adalah Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Dung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, dan lokasi temuan fosil gigi hiu purba di Desa Jono, Kecamatan Temayang.

Selain banyak dikunjungi wisatawan, lanjut Darmawan, selama ini kawasan Geopark Bojonegoro juga kerap dijadikan sebagai laboratorium alam oleh perguruan tinggi ternama dengan belajar langsung. Mereka biasanya akan terkonsentrasi di kawasan hamparan minyak. Di kawasan ini, terdapat sejumlah titik yang kerap dikunjungi seperti pertambangan minyak yang telah dikelola selama 110 tahun.

Ada pula keunikan lain geologi yang berada di kawasan ini adalah batuan reservoar penghasil minyak bumi pada kedalaman rata-rata +100 meter di bawah permukaan tanah (kedalaman reservoir berada diatas permukaan air laut).

Semua itu membuktikan bahwa minyak bumi di Wonocolo merupakan reservoar terdangkal di Indonesia bahkan dunia. Di sini, terdapat 700 sumur minyak yang 200 sumur di antaranya ditambang secara tradisional.(Dwi)

Leave a Comment