Share

Jamaah Haji Bojonegoro Selamat Dari Insiden di Mina

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 1.156 jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang berangkat ke Tanah Suci dipastikan aman dari insiden kerusuhan yang terjadi di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan jalan 204 dan jalan 223 di Mina, Arab Saudi.

Kerusuhan itu menewaskan sedikitnya 717 jamaah haji dan 863 jamaah lainnya terluka.

Dua jamaah haji asal Bojonegoro yang meninggal disebabkan karena sakit sebelum insiden itu terjadi.

“Sejauh ini belum ada laporan jamaah haji asal Bojonegoro yang menjadi korban insiden di Mina,” ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Wahid Priyono, Jumat (25/09).

Terkait dengan dugaan adanya jamaah haji asal Bojonegoro yang meninggal dunia akibat insiden tersebut pihaknya mengaku belum mendapat laporan.

“Tidak ada data di Kemenag jamaah yang berangkat haji plus,” jelasnya.

Satu jamaah haji yang meninggal asal Bojonegoro diduga berangkat menggunakan jasa travel Safara Tour dan Travel yang ada di jalan Arif Rahman Hakim, Bojonegoro. Menurut, Wahid, jamaah yang berangkat melalui travel berarti diberangkatkan oleh penyelenggaraan ibadah haji khusus atau haji plus.

“Kalau benar, berati haji khusus. Akan kita sampaikan ke Kanwil untuk ditelusuri,” jelasnya.

Se-Indonesia kata dia, ada sekitar 12.000 jamaah yang menggunakan penyelenggaraan ibadah haji khusus atau haji plus.

Sementara itu, Dwi, pihak Safara Tour and Travel mengungkapkan jika tahun ini pihaknya mengaku tidak memberangkatkan jamaah haji. Selain itu, selama ini jika ada pemberangkatan haji pihaknya menggandeng pihak lain.

“Itu salah info, karena ijinnya hanya domestik saja. Kalau memberangkatkan ke luar negeri kita bekerja sama dengan pihak lain,” terangnya.

Dwi mengatakan, Safara Tour dan Travel sendiri juga memiliki cabang di Blitar dan Cepu.(dwi/*mcb)

Leave a Comment