Share

Jambatan Penghubung Rutin Terendam

Setiap hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi, jembatan penghubung di desa Soko dan desa Papringan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur. Seperti yang terjadi pada Jumat (28/2/2014). Jembatan yang terletak dekat dengan SD Papringan II dan SMP Satu Atap terendam sedalam 40 cm.

Bojonegoro (Media Center) – Setiap hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi, jembatan penghubung di desa Soko dan desa Papringan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur. Seperti yang terjadi pada Jumat (28/2/2014). Jembatan yang terletak dekat dengan SD Papringan II dan SMP Satu Atap terendam sedalam 40 cm.

Jembatan dengan panjang sekitar 8m ini menjadi salah satu jalan untuk menghubungkan dua desa tersebut. Jalan lainnya, warga harus memutar puluhan kilo meter jika menghindari jembatan tersebut.

Meski kondisi jembatan terendam air serta licin dan bisa membahayakan bagi warga yang melintas, masyarakat sekitar menggunakannya karena inilah satu-satunya akses yang paling dekat. Bahkan, pengendara motor yang melintas harus menuntun motornya dan dibantu beberapa orang agar tidak hanyut terbawa darasnya arus sungai.

Rifai (26) salah satu pengendara motor yang melintas merasa cukup was-was saat melewati jembatan ini. “jembatannya sempit, licin dan tidak ada pagar di kanan-kirinya, jadi saya dibantu warga sekitar untuk menyebrang,” ungkap pria asal Kecamatan Bojonegoro ini.

Menurut warga setempat, jembatan ini merupakan akses penting bagi warga. Untuk menuju ke SMP atau SMA terdekat, pelajar harus melewati jembatam ini. “Kalau mau ke pasar juga harus lewat sini,” imbuh warga sekitar.(lyamcb)

Leave a Comment