Share

Jamin Stok Sembako, BBM dan LPG di Bojonegoro Aman Selama Natal dan Tahun Baru

Bojonegoro, Media Center – Dinas Perdagangan (Disdag) menjamin stok sembilan bahan pokok (Sembako) di wilayahnya aman dan terkendali menjelang natal dan tahun baru. Sekalipun ada kenaikkan, namun masih di bawah ambang kewajaran.

“Tidak ada lonjakan signifikan,” ujar Plt Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sukemi dihubungi, Selasa (24/12/2019).

Pihaknya mengaku terus memantau perkembangan di lapangan bersama Polres Bojonegoro, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Bagian Perekonomian, dan Bulog.

“Pemantauan kita lakukan sampai setelah tahun baru 2020,” tegasnya.

Selain memantau sembako di sejumlah pasar, lanjut Sukemi, juga stok bahan bakar minyak (BBM) di SBPU di wilayahnya. Hasilnya pendistribusian dan ketersediaannya BBM di masing masing SPBU masih lancar.

“Kami juga koordinasikan dengan pihak pertamina secara kontinyu,” tandasnya.

Disperindag menghimbau kepada masyarakat berhati-hati dan teliti saat membeli barang kebutuhan, sehingga dapat diketahui apakah masih layak atau kadaluarsa (expired).

“Belanja seperlunya saja untuk antisipasi meningkatnya permintaan berakibat kenaikan harga sembako atau barang kebutuhan lainnya,” pesannya.

Data di Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V – Jatim, Bali, Nusa Tenggara konsumsi normal harian Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo berada pada kisaran volume 18.950 kilo liter per hari. Selama masa Satgas, Pertamina memprediksi terjadi *kenaikan konsumsi sebesar 7% untuk produk gasoline* menjadi 20.290 kilo liter per hari.

Konsumsi Gasoline pada libur Natal dan Tahun Baru tahun ini juga lebih tinggi dari libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Salah satu penyebabnya, karena tahun 2019 ini sudah tersambung jalan tol dari Jakarta – Surabaya, hingga ke Malang dan Probolinggo, sehingga masyarakat yang berlibur menggunakan jalur darat semakin banyak.

Sementara itu, konsumsi Gasoil (Solar, Dexlite serta Pertamina Dex) di keempat provinisi diperkirakan turun sebesar 2%, dari 9.130 kilo liter per hari pada kondisi normal, menjadi 8.960 kilo liter selama masa Satgas. Hal ini disebabkan adanya larangan melintas untuk kendaraan-kendaraan angkutan barang selama liburan. Namun khusus Pertamina Dex dan Dexlite yang digunakan kendaraan pribadi, diprediksi akan naik konsumsinya sekitar 3% hingga 5%.

Sementara untuk konsumsi LPG diprediksi ada kenaikan konsumsi rata-rata sebesar 2%, dari 4.985 metric ton per hari, menjadi 5.080 metric ton per hari. Untuk konsumsi LPG non-subsidi, diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 5%, dari konsumsi normal 318 metric ton per hari menjadi 333 metric ton per hari.

“Kenaikan konsumsi LPG non subsidi ini karena untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran yang meningkat selama liburan,” General Manager Pertamina Marketing Operation Region V, Werry Prayogi.

Sebagai antisipasi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kg, akan ada 501 Agen Siaga dan 5.079 Pangkalan Siaga di wilayah MOR V untuk melayani kebutuhan LPG 3 kg. Mayoritas tersebar di provinsi Jawa Timur, yaitu 463 Agen Siaga dan 4.922 Pangkalan Siaga.(Dwi)

Leave a Comment