Share

Jasad Santri Langitan Tuban Diserahkan Keluarga

Bojonegoro, 9/10 (Media Center) – Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Timur, menyatakan jasad santri Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Widang, Tuban, yang sudah berhasil diidentifikasi dalam musibah perahu tenggelam di Bengawan Solo diserahkan kepada keluarganya.

“Enam jasad santri yang sudah berhasil diidentifikasi langsung diserahkan kepada keluarganya,” kata Kepala Kantor Basarnas Jawa Timur, Arifin, kepada kanalbojonegoro, Minggu (9/10).

Jasad terakhir yang ditemukan, katanya, Moh. Arif Mabruri (18) asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, ditemukan di Bengawan Solo di sekitar lokasi kejadian di Desa Babat, Lamongan, Minggu sekitar pukul 03.00 WIB.

Dengan ditemukan jasad santri asal Bojonegoro itu, katanya, berarti tujuh santri korban perahu tenggelam sudah ditemukan.

Menurut dia,dengan ditemukannya tujuh santri korban perahu tenggelam di Bengawan Solo itu maka pencarian Tim SAR gabungan akan dihentikan.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiono, menjelaskan sesuai prosedur santri yang sudah berhasil diidentifikasi langsung diserahkan kepada pihak Ponpes Langitan untuk diteruskan kepada keluarganya.

Seperti dilaporkan sebelumnya bahwa perahu tambang berpenumpang 25 santri Ponpes Langitan, Widang, Tuban, tenggelam di perairan Bengawan Solo ketika menyeberang dari tambangan di Desa Widang, Kecamatan Widang, menuju Desa Babat, Lamongan, 7 Oktober.

Dalam kejadian itu 18 santri berhasil selamat, sedangkan tujuh santri Ponpes Langitan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. (*/mcb)

Leave a Comment