Share

Jelang Pileg 2014 TNI Intensifkan Koordinasi dan Komunikasi

Secara khusus untuk kegiatan Pemilu ini jajaran kodim bertugas bersama Polri dalam pengamanan pemilu dan menjaga netralitas TNI

pemilu bojonegoroBojonegoro (Media Center) – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Kyai Alamul Huda menyampaikan empat hal penting yang harus dimiliki oleh masyarakat, yakni harus memiliki noto roso atau mengalah, among roso ata menghargai orang lain, mijil tresno atau saling mencintai, dan agawe karyo atau bekerja berbuat untuk bersama. Hal itu disampaikan saat menghadiri silahturahmi bersama Kodim 0813 Citra Panca Yudha.

Kegiatan itu sendiri merupakan gawe jajaran Kodim 0813, yang juga dihadiri oleh Polri dan Pemerintah Daerah, Badan Musyawarah Antar Agama (Bamag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh pemuda, komunitas-komunitas masyarakat dan pemuda di Kabupaten Bojonegoro. Pihak Kodim 0813, menyatakan bahwa ajang tersebut adalah bentuk intensifikasi komunikasi dan koordinasi antar lebaga dan masyarakat, khususnya jelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, bulan April mendatang.

Sementara itu Komandan Kodim Letkol Inf Parwito mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan jajaran Kodim untuk membantu aparat kepolisian dalam rangka ikut mensukseskan pesta demokrasi tersebut. “Peran TNI adalah untuk menangkal setiap ancaman militer dari luar, penegak terhadap setiap ancaman yang datang dan pemulih kondisi negara.” tegasnya. Namun disamping itu masih ada tugas pokok TNI yang meliputi tiga hal penting yakni menjaga kedaulatan negara, mempertahankan wilayah NKRI dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia.

Secara khusus untuk kegiatan Pemilu ini jajaran kodim bertugas bersama Polri dalam pengamanan pemilu dan menjaga netralitas TNI. Dan keamanan semesta yang melibatkan rakyat yakni kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mempertahankan kedaulatan negara. Menanggapi hal itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto sependapat dengan Parwito tentang strategi pertahanan yang melibatkan rakyat.

“Namun ada hal yang harus diwaspadai yakni perpecahan dari dalam yang memang harus diwaspadai.” kata Kang Yoto, demikian ia biasa dipanggil. Menurut Kang Yoto, Indonesia yang berdaulat, bersatu menuju bangsa yang bermartabat dapat terwujud karena adanya tekad bersama seluruh komponen bangsa. Demikian juga di Bojonegoro yang berusaha untuk mewujudkan Bojonegoro yang kuat, bersatu, maju dan bermartabat.

“Yang menjadi kunci utama adalah kesanggupan untuk menerima perbedaan dengan apa adanya. Selain 4 pilar kebangsaan kita harus mengakui kebhinekaan yang ada ditengah masyarakat kita,” tambahnya. (*hms/mcb)

Leave a Comment