Share

JEMBATAN BABAT- WIDANG ROBOH, DIRJEN HUBDAT NYATAKAN BELASUNGKAWA

JAKARTA (17/04)- Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi, menyatakan belasungkawa terkait robohnya jembatan Babat-Widang, Selasa (17/04). “Saya menyampaikan belasungkawa kepada korban musibah akibat ambruknya jembatan Babat-Widang yang terjadi tadi siang,” tuturnya menyatakan rasa duka citanya pada hari yang sama. Jembatan ini menghubungkan antara Kecamatan Babat,  Kabupaten Lamongan dengan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Dirjen Hubdat Budi menjelaskan bahwa ia telah menerima laporan terkait ambruknya jembatan penghubung Babat- Widang tersebut. Jembatan nasional ini diperkirakan roboh sekitar pukul 10.50 WIB. Sementara ini diperkirakan ada 2 orang korban tewas yang merupakan supir truk yang ikut terjatuh ke dalam sungai. Saat ini korban meninggal telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat, sementara kendaraan yang terjatuh akan diupayakan untuk diangkat malam ini oleh Polres Tuban hingga maksimal besok Rabu (18/04).

Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) juga telah mengadakan rapat koordinasi bersama dengan Bupati, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII terkait penanganan manajemen dan keselamatan dari kejadian tersebut. Hasil rapat tersebut yaitu akan diadakan manajemen lalu lintas kendaraan dari Lamongan yang sudah terlanjur masuk antrian jembatan akan diatur bergantian. Untuk kendaraan kecil baik dari Lamongan hingga Tuban dapat menggunakan jembatan Widang baru secara bersamaan. Sementara truk pengangkut barang dari arah Surabaya ke Tuban akan diarahkan ke Paciran, Brondong, Tuban, dan kendaraan yang sudah masuk ke arah Lamongan akan diarahkan ke Cepu, Blora, Purwodadi. Untuk kendaraan yang sudah berada di Tuban menuju Surabaya akan diarahkan menuju ke jalan lama Deandels Tuban, Brondong, Paciran kemudian Surabaya. Pihak kepolisian juga akan memasang papan petunjuk arah untuk mengalihkan kendaraan barang agar sementara waktu tidak melintasi lokasi kejadian.

Jembatan yang melintasi sungai Bengawan Solo ini terletak di Km. SBY 72+240 ruas jalan nasional yang termasuk dalam jaringan jalan lintas utara Provinsi Jawa Timur. Perbaikan jembatan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diperkirakan akan memakan waktu selama 1,5 bulan. Diperkirakan robohnya jembatan akibat perilaku pengemudi yang memuat pasir dan smelter pada bentangan jembatan bertumpu pada satu titik atau akibat menyalip.

Jembatan yang roboh ini merupakan jembatan lama yang berada di sisi barat, menghubungkan Babat ke arah Tuban dan sebelumnya diketahui pernah mengalami kerusakan pada tahun 2015 dan 2017, namun pada saat itu telah dilakukan penanganan dan perbaikan dengan menyambung pelat yang putus. (HS/ PTR/ DW)

 

HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

Pitra Setiawan

Leave a Comment