Share

Jembatan Bengawan Solo Bojonegoro Sudah Berfungsi

Bojonegoro (Media Center) – Jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Padangan dan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang masih dalam tahap pembangunan sudah berfungsi dimanfaatkan baik kendaraan roda dua maupun empat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Andi Tjandra, Kamis (17/12), mengatakan, pembangunan yang sekarang berjalan yaitu pembangunan jalan di utara jembatan di Kecamatan Kasiman, panjangnya 150 meter dengan lebar 7 meter.

Selain itu, juga pembangunan jalan sepanjang 180 meter, juga dengan lebar 7 meter.

“Alokasi anggaran pembangunan jembatan Rp12 miliar,” jelas dia.

selain untuk membangun jalan, jelas dia, juga untuk merampungkan pekerjaan yang belum selesai, di antaranya, tebing penahan jembatan di utara dan selatan jembatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan tambahan pembangunan tebing dengan panjang, masing-masing 50 meter di utara dan selatan jembatan sesuai rekomendasi Kementerian PU, dengan pertimbangan untuk memperkuat jembatan dari ancaman longsor.

“Sesuai jadwal pembangunan jalan dan tebing selesai 20 Desember,” katanya, menegaskan.

Ia menambahkan pembangunan jembatan Padangan-Kasiman, yang dibangun dengan biaya Rp30 miliar dari APBD 2014 dan dilanjutkan dengan alokasi Rp12 miliar di dalam APBD 2015, untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan.

“Di sepanjang jalan di Kasiman dan Padangan juga akan dilengkapi lampu penerangan jalan,” tandasnya.

Pemkab membangun jembatan yang melintas di perairan Bengawan Solo di daerah setempat, dengan tujuan untuk membuka akses warga di utara Bengawan Solo di Kecamatan Kasiman, juga Kedewan dan selatannya.

Dengan adanya jembatan, maka Warga di utara Bengawan Solo, kalau akan ke Bojonegoro tidak lagi harus berputar melalui Cepu, Jawa Tengah. (*/mcb)

Leave a Comment