Share

Jembatan Bengawan Solo di Bojonegoro Selesai Awal Mei

Bojonegoro, 11/4 (Media Center) – Pembangunan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Trucuk-Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, selesai awal Mei, namun jembatan tidak bisa langsung dimanfaatkan karena harus terlebih dulu dilakukan tes kemampuan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Bojonegoro Andi Tjandra, di Bojonegoro, Rabu (11/4), menjelaskan tes kemampuan jembatan akan dilakukan Tim Kementerian PU dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan.

Tidak hanya itu, lanjut dia, sekarang ini proses pembangunan jembatan Bengawan Solo dengan kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang, langsung diawasi Kementerian PU.

“Sekarang perkembangan pembangunan jembatan Bengawan Solo harus dikoordinasikan kepada Kementerian PU, dengan pertimbangan faktor segi keamanan. Pembangunan jembatan Bengawan Solo ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi,” kata dia menjelaskan.

Sebelum ini, lanjut dia, Tim Kementerian PU dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan telah meninjau pembangunan jembatan Bengawan Solo di daerahnya.

“Saat ini tahap pemasangan tali jembatan dengan panjang 26 meter,” katanya.

Sesuai kontrak, menurut dia, pembangunan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk itu sudah selesai akhir 2017.

Tetapi pembangunan jembatan menjadi terhambat, disebabkan menunggu kedatangan tali jembatan sepanjang 26 meter dari China.

Selain itu, juga berbagai faktor lainnya antara lain, adanya kenaikan air sungai terpanjang di Jawa, termasuk ketika terjadi banjir beberapa hari lalu.

Dari data yang diperoleh menyebutkan jembatan Bengawan Solo Kota-Trucuk dengan kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang dibangun dalam dua tahap sejak Pebruari 2016.

Untuk tahap pertama pekerjaannya yaitu pembangunan pondasi jembatan juga pekerjaan lainnya menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2016 dan Rp58 miliar dari APBD 2017.

Pembangunan jembatan Bengawan Solo dengan panjang 145 meter, lebar 9,75 meter memiliki model lengkung “grider” dengan bahan baja. (*/mcb)

Leave a Comment