Share

Jepang Bantu Bangun Gedung MTs Tauhidiyah di Bubulan Senilai Rp 1,04 Miliar

Bojonegoro – Pemerintah Jepang memberikan bantuan hibah di bidang pendidikan berupa pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Bantuan itu tepatnya gedung MTS Tauhidiyah Desa Bubulan Kecamatan Bubulan.

 

Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya Tani Masaki mengatakan bantuan ini menunjukkan tekad pemerintah Jepang untuk terus berkontribusi pada dunia di bidang sumber daya manusia khususnya di Jawa Timur.

 

“Bantuan hibah ini bertujuan untuk menyebarkan bantuan pada tingkat akar rumput,” katanya.

 

Menurut dia, Pemerintah Jepang memberikan bantuan agar masyarakat di negara-negara berkembang dapat memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia dan meningkatkan kesejahteraan daerah penerima bantuan hibah.

 

Melalui seleksi yang ketat akhirnya terpilih proyek pembangunan Gedung Madrasah Tsanawiyah Tauhidiyah di Desa Bubulan Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro dengan nilai proyek sebesar Rp 1,04 miliar

 

Untuk itu, Tani Masaki meminta lembaga pelaksana proyek untuk melaksanakan proyek dengan benar dan tepat. Ia juga berharap agar bantuan hibah yang ditandatangani pada 18 Maret 2020 bermanfaat bagi masyarakat setempat dan menjadi kesempatan mempererat persahabatan antara kedua negara.

 

MTS Tauhidiyah di Desa Bubulan, kabupaten Bojonegoro dengan 174 murid ini memiliki 6 kelas yang dibangun dari kayu.

 

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa atas nama Pemkab Bojonegoro mengucapkan banya terimakasih atas bantuan hibah yang diberikan kepada Pemerintahan Jepang melalui Konsulat Jenderal Surabaya Jawa Timur.

 

“Degan adanya bantuan ini, semoga dapat mempercepat pembangunan di sektor pendidikan di Kabupaten Bojonegoro,” ucapnya.

 

Bupati Anna menjelaskannya Pemerintah Pusat juga terus berupaya terhadap pembangunan, sarana dan prasarana baik itu pemerintaham maupun swasta.

 

“Namun, melihat besarnya terhadap sarana dan prasarana yang harus diperbaiki serta untuk meningkatkan sektor pendidikan dengan menaikkan indeks manusia maka peran serta donatur kami berikan apresiasi yang sangat tinggi,” ungkapnya.

 

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga sudah melakukan langkah terhadap kebijakan-kebijakan sekolah masdasah, Misalnya, tunjangan insentif untuk para guru-guru karena dalam membangun masdrasah sungguh tidak hanya dari segi fisik saja, namun peningkatan sumber daya manusia terus diupgrade.

 

“Kami berkoordinasi dengan Kemenag, Diknas serta sharing program kepada BPBDJS Provinsi dimana setiap guru mendapatkan 300.000 selama 6 bulan, namun untuk saat ini Pemkab Bojonegoro sudah menaikkan menjadi 500.000 selama 1 tahun full,” pungkas Bupati Anna Muawanah.(FIF/NN)

Leave a Comment