Share

JOB PPEJ: Bau Tidak Sedap Dari Perawatan Sumur

Bojonegoro, 11/7 (Media Center) – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina  East Java (JOB PPEJ) memastikan bau tidak sedap yang tercium warga bukan  akibat adanya pipa gas yang bocor.
Bau tidak sedap yang tercium warga pada Senin (10/7) itu terjadi saat dilakukan kegiatan work over (perawatan sumur) di PAD A, tepatnya saat pencabutan cubing.
“Semburan bau tidak sedap itu sudah berhasil kami atasi.  Penanganan terhadap warga yang mual-mual pun sudah langsung dilakukan. Intinya, situasi sudah aman dan terkendali. Meski begitu kami meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat bau tidak sedap itu,” kata Field Admin Superintendent (FAS)  JOB PPEJ, Akbar Pradima.
Akbar Pradima menjelaskan,  pekerjaan perawatan sumur atau work over adalah kegiatan rutin dalam industri migas. Meski sudah berupaya hati-hati dan cermat, tetapi tetap ada risiko  semburan bau tidak sedap. Karena itulah, pihak JOB PPEJ tiap tahun selalu melakukan pelatihan situasi tanggap darurat bersama warga di daerah sekitar  wilayah operasi.
Kecepatan penanganan penyebaran bau tidak sedap ini, lanjut Akbar Pradima, merupakan hasil simulasi penanganan situasi tanggap darurat yang rutin dilakukan bersama warga.
“Manajemen JOB PPEJ mengucapkan terima kasih karena warga selama ini mendukung simulasi penanganan situasi tanggap  darurat.  Kami juga berterima kasih atas  dukungan dan kerjasama yang selama ini diberikan warga sehingga JOB PPEJ bisa beroperasi dengan lancar,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 29 orang dari Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing setelah mencium bau busuk dari lokasi Pad A, Lapangan Sukowati, Blok Tuban.

“Satu diantaranya dilarikan ke rumah sakit, namun sudah dipulangkan. Sedangkan yang lain diberikan pertolongan oleh tim PKDB Sambiroto dan Puskesmas Kapas,” pungkas Kepala Desa Sambiroto, Sudjono. (dwi/mcb)

Leave a Comment