Share

JOB PPEJ Janjikan Kaji Tuntutan Warga

Bojonegoro (Media Center) – Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) menjanjikan akan mengkaji tuntutan warga Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang mengajukan kompensasi terkait pembakaran gas di lapangan A sumur minyak Sukowati.

“Tuntutan warga terkait kompensasi masih akan dikaji dan disampaikan kepada pimpinan JOB PPEJ di Jakarta,” kata Ketua RT 8 Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Dimyati, di lapangan A sumur minyak Sukowati, Rabu (9/12).

Ia menyampaikan hasil pertemuan antara sejumlah perwakilan warga tiga RT di Dukuh Plosolangan, Desa Campurejo, dengan Kepala Keamanan JOB PPEJ Yoga Utama.

“Berapa besarnya kompensasi kami belum membahas dalam pertemuan itu,” ucapnya, menambahkan.

Sebelumnya, puluhan warga mengelar aksi dengan mendatangi lapangan A sumur minyak Sukowati di desa setempat.

Dalam aksinya itu, warga menuntut pembakaran gas di lapangan setempat dimatikan atau JOB PPEJ memberikan kompensasi kepada warga tiga RT.

“Warga khawatir terjadi sesuatu, sebab pembakaran gas tidak pernah ada sosialisasi,” ucap Ketua RT24 Hariyono, menambahkan.

Dalam aksinya itu, warga mengunci pagar masuk dengan rantai dan mengembok, sehingga kegiatan karyawan JOB PPEJ yang akan keluar atau masuk harus melalui pintu samping yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Dalam aksinya itu, warga memperoleh pengamanan sejumlah petugas Polsek Kota, yang langsung dipimpin Kapolsek Kota, Kompol. Moch. Usman.

Humas JOB PPEJ Nurhasyim, membantah bahwa pembakaran gas di lapangan A sumur minyak Sukowati belum ada sosialisasi kepada warga. Pembakaran gas di lapangan A sumur minyak Sukowati, mulai dilakukan pada 25 November.

“Sebelum pembakaran gas, sudah ada sosialisasi kepada perwakilan 50 warga tiga desa (Campurejo, Sambiroto di Kecamatan Kota dan Desa Ngampel, Kecamatan kapas), di sekitar lapangan A sumur minyak Sukowati,” jelas dia.

Ia menjelaskan pembakaran gas di lapangan A sumur minyak Sukowati dilakukan, karena air yang ada di sejumlah sumur minyak disedot dialirkan ke lokasi penampungan di lapangan B sumur minyak Sukowati, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.

“Istilahnya yang dibakar adalah gas buangan. Sebab, kalau tidak dibakar justru berbahaya, sebab gas buangan ada yang beracaun seperti H2S (Hidrogen Sulfida),” ucapnya, menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment