Share

JOB PPEJ : “Reaktivasi” Sumur Migas Berhasil Dilakukan

Bojonegoro (Media Center) – Operator minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) berhasil melakukan “reaktivasi” atau mengaktifkan sumur SKW #11. Target “reaktivasi” juga akan dilakukan terhadap empat sumur di lapangan A Sukowati yang sudah tidak berproduksi lagi, Rabu (03/02).

Kegiatan “rig well service” dilakukan untuk memenuhi target yang diberikan SKK Migas agar mengejar cadangan migas yang semakin menurun.

“Pekerjaan perawatan sumur ini karena sumur minyak sudah tidak memproduksi minyak. Ini dilakukan karena ada tuntutan untuk meningkatkan “lifting” (produksi minyak siap jual) secara nasional. Sebab, secara nasional “lifting” migas menurun ditambah lagi harga minyak dunia tidak ekonomis lagi,” ujar “Field Admin Superintendent” JOB PPEJ Akbar Pradima.

Sebelumnya sudah dilakukan di SKW #11 dan berhasil. Setelah berhasil dilakukan di SKW#11, pihak operator melakukan “reaktivasi” kedua di SKW#15. Well Service yang dilakukan di SKW #15 ini untuk mengembalikan produksi minyak dari sumur tersebut yang telah lama terhenti dikarenakan hanya memproduksi air dan gas, sehingga mengganggu produksi sumur yang lain.

“Produksi air dan gas SKW#15 ini terlalu tinggi sehingga berdampak pada penurunan tekanan “reservoir”. Kegiatan ini untuk membuka lapisan reservoir di SKW#15 yang lebih banyak mengandung minyak,” ujar Field Operation Superintendent (FOS) JOB PPEJ, Fauzy A Mayanullah.

Target penambahan produksi minyak dari hasil perawatan sumur ini biasanya berkisar antara 100-150 barel perhari. Selain itu, perawatan sumur ini ditekankan untuk menjaga stabilitas produksi. “Well servise ini juga mengurangi proses alamiah penurunan produksi (natural decline). Jika tidak dilakukan perawatan sumur maka penurunan produksi akan terjadi semakin cepat,” katanya.

Seperti diketahui, kegiatan ini dilakukan sejak Sabtu (30/01) pukul 16.30 dan tidak ada masalah, kemudian kegiatan dilanjutkan Minggu sekitar pukul 10.30 pihak manajemen mendapat informasi dari warga masyarakat menerima aroma bau tidak sedap.

“Setelah mendapat laporan, tim teknis mendatangi warga memang benar ada warga yang merasa mual dan muntah,” ujar Akbar.

Sebagai pertanggungjawaban kepada warga tim medis langsung memberi pertolongan pertama kepada warga yang merasa mual dan muntah-muntah untuk dirawat di rumah sakit. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak operator kemudian menghentikan operasi sementara.

“Saat ini kondisi sumur ditutup sementara sambil menunggu sampai tiga hari kedepan menunggu dari tim teknis,” ucapnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment