Share

Jokowi Rencanakan Kunjungan Syukuran Puncak Produksi Banyuurip

Bojonegoro (Media Center) – Target puncak produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sebanyak 165 ribu barel per hari (BPH) yang dilakukan ExxonMobil Cepu (EMCL) telah tercapai dan menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal ini membuat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menghadiri syukuran pencapaian puncak produksi lapangan minyak yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 27 April 2016 mendatang.

“Rencananya nanti Pak Jokowi ada beberapa agenda di Bojonegoro. Mudah-mudahan beliau bisa datang,” kata Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro usai melakukan survey calon lokasi tanah pengganti tanah kas desa (TKD) Gayam beberapa waktu lalu.

Selain syukuran, pencapaian puncak produksi Banyuurip, mantan Gubernur DKI itu diagendakan melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama/peresmian) proyek Unitisasi Gas Lapangan Jambaran – Tiung Biru (JTB) yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Saat ini pekerjaan civil work telah dimulai oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

“Sebenar sudah mulai. Civil worknya kan sudah jalan, ini adalah pra konstruksi,” ujar mantan anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) itu.

Agenda ketiga Jokowi di Bojonegoro adalah melakukan kesepakatan penandatanganan perjanjian jual beli gas ke Pertamina EP ke Pupuk Kujang, dan dilanjutkan penandatangan persetujuan rencana pengembangan (Plan of development/PoD) Kedungkeris yang masuk wilayah Blok Cepu.

“Disetujuinya sudah di Jakarta, tapi untuk penyerahan simbolis di acara seremonial itu,” tegas Elan.

Proyek migas di Bojonegoro ini akan terus berkelanjutan. Setelah Lapangan Banyuurip mencapai puncak produksi akan dilanjutkan J-TB. Setelah JTB mencapai produksi puncak akan dilanjutkan lagi ke Lapangan Kedungkeris.

“Akan banyak dampak postif yang diterima daerah dan masyarakat. Karena itu diharapkan masyarakat dan semua pemangku kepentingan mendukung proyek negara ini,” pungkas Elan.(dwi/mcb)

Leave a Comment