Share

Jumlah Petani Tembakau di Bojonegoro Menurun

Tanaman tembakau di Bojonegoro.

Bojonegoro, 15/6 (Media Center) – Petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tahun ini mengalami penurunan. Minimnya jumlah petani disebabkan karena jumlah permintaan tembakau menurun.

“Sebab dari segi cuaca seharusnya sangat mendukung untuk melakukan tanam tembakau,” Ketua Asosiasi Petani Tembakau, Muhammad Kholid.
Penurunan jumlah petani tembakau disebabkan karena permintaan tembakau dari gudang berkurang. Sehingga hal itu mempengaruhi petani untuk menanam tembakau.
“Kalau dari segi cuaca sebenarnya tahun ini bagus jika digunakan untuk menanam tembakau, namun karena permintaan sedikit sehingga hanya sedikit petani yang tanam tembakau,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Luasa lahan pertanian sesuai data asosiasi tembakau adalah 5.000 hektare. Luas tersebut tersebar mulai dari Kecamatan Ngraho, Tambakrejo, Padangan, Ngasem, Sugihwaras, dan Kecamatan Kedungadem.
Musim tanam tembakau pertama biasanya dilakukan pada bulan Mei, namun banyak petani yang menunda tanam karena masih turun hujan. Banyak petani mulai tanam padi pada bulan Juni hingga bulan Juli.
 “Ada beberapa kecamatan yang sudah memanen tembakau,” terangnya.
Harga jual tembakau sendiri kini mulai dari Rp 1.200 – Rp 1.500 perkilogram berupa daun bawah yang masih basah. Sedangkan jika dijual dalam kondisi sudah dikeringkan perkilogramnya senilai Rp 20 ribu.(*dwi/mcb)

Leave a Comment