Share

Kades Megale: Harga Bawang Merah Berpotensi Naik

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, Abdul Kanan, memperkirakan harga bawang merah kemungkinan naik, disebabkan petani di desanya, juga di lain tempat tidak lagi menanam bawang merah, pada musim kemarau tahun ini.

“Besar kemungkinan harga bawang merah naik, sebab petani kesulitan air, sehingga tidak menanam bawang merah,” kata Abdul Kanan, yang juga petani bawang merah, Sabtu (1/8).

Sekarang ini, lanjut dia, harga bawang merah di pasaran berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu perkilogram.

Tetapi, ia memperkirakan  berkisar satu-dua pekan kedepannya, harga bawang merah, akan naik mengingat pasokan bawang merah dari petani berkurang. Di desa setempat, luas areal tanaman bawang merah bisa mencapai 30 hektare.

Lebih lanjut ia menjelaskan para petani bawang merah beralih menanam tembakau, dengan memperhitungkan tidak terlalu banyak membutuhkan air. Karenanya, dengan peralihan tanaman itu, diprediksi harga bawang merah di pasaran akan naik.

“Ya karena ketersediaan bawang di petani sedikit,” tandasnya.

Cerita yang sama diungkapkan Abdul Sidiq, petani bawang merah asal Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem. Di Desa tersebut, jika musim hujan sedikitnya ada sekitar 10 hektare petani tanam  bawang merah. Tetapi, untuk musim kemarau kali ini, petani lebih memilih tanam tembakau. Sisanya, sawah yang sulit air, hanya dibiarkan tidak diolah.

“Ya, petani sudah satu bulan ini tanam tembakau,” tegas pria yang juga Kepala Desa Pajang, juga di Kecamatan Kedungadem.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad Djupari tidak berhasil dikonfirmasi. Telepon selularnya tidak aktif saat dihubungi.

Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, luas lahan pertanian khusus untuk bawang merah sekitar 750 hektare, di antaranya sekitar 500 hektare  di Kecamatan Kedungadem.

Sedangkan rata-rata panen antara 6-8 ton perhektarenya, sebanyak dua kali pertahunnya.(sa/*mcb)

Leave a Comment