Share

Kades: Omzet Petani Duwel Bojonegoro Capai Rp8 Miliar

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Moch. Nurhasyim memperkirakan omzet petani bawang merah di desanya dengan luas 200 hektare mencapai Rp8 miliar.

“Saat ini panen bawang merah di desa kami belum seluruhnya baru sekitar 10 persen karena panen baru dimulai sepekan lalu dengan omzet petani yang sudah panen sekitar Rp800 juta,” katanya, Minggu.

Ia menjelaskan omzet petani bawang merah di desanya itu dengan memperhitungkan harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp12.000-Rp13.000/kilogram di dalam tanah.

“Panen bawang merah menjadi tanggung jawab pembeli. Harga bawang merah berkisar Rp12.000-Rp13.000 di dalam tanah termasuk normal,” katanya, menegaskan.

Mengenai harga bawang merah itu dibenarkan petani Desa Cempoko, Kecamatan Kedungadem, Satam (60) yang menyebutkan harga bawang merah berkisar Rp12.000-Rp13.000/kilogram dinikmati petani sejak awal panen.

“Kalau harga bawang merah tahun lalu termasuk tidak normal mencapai Rp30.000/kilogram karena bawang merah langka,” jelas Nurhasyim.

Lebih lanjut Nurhasyim menjelaskan panen bawang merah di desanya masih akan berlangsung selama sebulan ke depan.

“Usai panen para petani akan langsung menanam bawang merah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pedagang bawang merah Desa Cempolo, Kecamatan Kedungadem, Hari menyebutkan selain di Desa Duwel, tanaman bawang merah juga ada di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, di antaranya, Desa Bronjong, Porong, Babad, dan Cempolo.

“Bawang merah di Kedungadem dibeli pedagang lokal yang kemudian menjual keluar, seperti ke Surabaya,” jelasnya.

Leave a Comment