Share

Kang Yoto Ajak Bacabup Meneruskan Pembangunan Bojonegoro

Bojonegoro, 6/7 (Media Center) – Menjelang masa akhir jabatannya sebagai Bupati Bojonegoro, Suyoto mengajak kepada para bakal calon bupati (Bacabup) yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) setempat pada 2018 mendatang, untuk bersama-sama meneruskan program pembangunan yang telah dicanangkan dan dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Bojonegoro, dalam rapat koordinasi pembangunan desa yang dihadiri sejumlah bacabup, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha dan UMKM di Bojonegoro, ketua Partai Politik, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forukm Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta perkumpulan gereja dan tokoh lintas agama.

Hadir juga para camat bersama kepala seksi (Kasi) Pemerintahan, kepala desa dan sekertaris Desa di seluruh wilayah Bojonegoro, media, Blogger dan Relawan Teknologi Informasi dan Komounikasi (TIK), ketua partai politik.

Kang Yoto menyampaikan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, angka kemiskikan Bojonegoro terus turun tiap tahunnya. Pada tahun 2015 lalu, jumlah penduduk miskin sebanyak 193.990 jiwa (15,71 persen) dan turun menjadi 180.990 jiwa (14,60 persen) pada 2016. Dengan penurunan tersebut menjadikan Bojonegoro berhasil keluar dari 10 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur.

“Sekarang kita berada di peringkat sebelas. Ini pertma kalinya dalam sejarah. Bojonegoro yang dulunya dikenal sebagai daerah endemis kemiskinan, sekarang berhasil keluar melebihi kabupaten lain seperti Tuban, Lamongan, Gresik, dan Pacitan,” kata Suyoto.

Keberhasilan ini menjadikan Bojonegoro sekarang ini menjadi model percontohan di tingkat Jatim sebagai kabupaten yang mampu keluar dari zona merah kabupaten termiskin.

”Kalau dulu Bojonegoro selalu menjadi contoh kabupaten termiskin di Jatim. Tapi sekarang kita menjadi contoh kabupaten yang berhasil keluar dari kemiskinan,” tegas Kang Yoto.

Namun demikian, dirinya menghimbau agar tidak cepat puas dengan capaian ini. Karena dengan berkurangnya angka kemiskinan ini, perlu dicermati pula jika sekarang ini masih ada warga yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Angka kemiskinan di Bojonegoro, menurut Kang Yoto, bisa bertamah dan menurun ke depannya. Bisa turun, kata dia, apabila program-program yang dilaksanakan sekarang ini dapat berjalan maksimal. Yakni Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), pencipataan lapangan usaha dan pekerjaan dengan menarik industri masuk desa, peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan, gerakan ayo sekolah wajib belajar 14 tahun, dan transparansi anggaran sesuai dengan implementasi open government partnership (OGP).

”Karena hidup di Bojonegoro lebih mudah menjadi warga miskin, daripada menjadi kaya. Sebab 95 persen warga di sini hanya memiliki lahan kurang 0,5 ha. Dan, itu sesuai BPS sudah masuk kategori miskin. Artinya, modal menjadi orang miskin itu sudah dimiliki warga Bojonegoro,” jelas Kang Yoto.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak mulai dari politisi, pengusaha, pemerintah, media, pelaku IT, dan eleman masyarakat lainnya untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan.

”Untuk menurunkan kemiskinan ini tidak bisa dilakukan tanpa pengusaha. Karena merekalah yang menciptakan lapangan usaha dan pekerjaan bagi masyarakat. Untuk itu saya akan memberikan kelonggaran pajak dan kemudahan perizinan bagi investor yang membuka usahanya di pedesaan,” ujarnya.

Apa yang diraih Bojonegoro sekarang ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Karena itu, Kang Yoto berharap pondasi yang telah dibangun ini dapat diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.

”Sekarang ini saya telah membuktikan janji kampanye saya dulu, akan membangun Bojonegoro melebihi Lamongan. Mudah-mudahan para calon ada yang memiliki janji membangun Bojonegoro melebihi Surabaya,” pungkas bupati dua periode disambut tepuk tangan meriah.

Sebelum mengakhir rakor tersebut, Kang Yoto juga membuka tanya jawab dan menyaring masukan untuk pembangunan Bojonegoro kedepan dari peserta. Selain itu meminta kepada para bacabup yang hadir untuk berdiri. Diantara bacabup itu adalah Setyo Hartono, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Bojonegoro, Sukir, Heru Suroso, Arif Januarso, Bambang, Kuswiyanto dan Ana Muawanah.

Kuwiyanto, salah satu Bacabup Bojonegoro mengapresiasi rakor pembangunan desa yang dilaksanakan Bupati Suyoto dengan mengundang para bacabup dan semua unsur masyarakat. Menurut dia, dengan cara ini para bacabup dapat mengetahui arah kebijakan pembangunan Bojonegoro dan dapat meneruskannya.

“Ini sangat bagus. Sehingga kita memiliki gambaran untuk menentukan visi misi nanti,” kata politisi Senayan dari daerah pemilihan dapil (Dapil) IX (Bojonegoro dan Tuban) itu. (dwi/mcb)

Leave a Comment