Share

Kang Yoto: Bengawan Solo Juga Mendatangkan Kegembiraan

bahwa bagi warga Bojonegoro, Sungai Bengawan Solo bukan hanya sebagai sumber bencana, melainkan seringkali mendatangkan kegembiraan bagi warga setempat

Bojonegoro (Media Center) – Edo Kondologit, penyanyi jazz kaliber nasional didapuk untuk menyanyikan lagu Bengawan Solo karya Gesang, peristiwa itu terjadi disela-sela kegiatan Dialog Publik di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur (14/3/2014). “Musim kemarau …Tak s’brapa airmu, Di musim hujan air … Meluap sampai jauh,” Edo membawakan lagu diikuti oleh ratusan warga Bojonegoro.

Sesuai lagu legendaris itu dilantunkan, Kang Yoto, demikian Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto MSi biasa dipanggil, mengatakan bahwa bagi warga Bojonegoro, Sungai Bengawan Solo bukan hanya sebagai sumber bencana, melainkan seringkali mendatangkan kegembiraan bagi warga setempat.

“Saya ada lagu tentang Bengawan Solo yang kalau dicermati ternyata Bengawan Solo adalah sumber kebahagiaan,” terangnya. Ia mencontohkan lirik lagu Tretheg Kalikethek (Jembatan Kalikethek) karyanya yang menggambarkan romantisme di tepian Bengawan Solo.

“Saya gambarkan di tepian Bengawan Solo hampir semua warga punya kenangan indah, dimasa-masa mereka berpacaran sambil melihat kemerlip pantulan cahaya matahari di airnya, dan mencermati jatuhnya bunga mangga,” jelasnya disambut aplaus.

Lagu Tretheg Kalikethek merupakan satu dari sejumlah lagu karya Bupati Bojonegoro yang dipersembahkan untuk rakyat Bojonegoro. Dalam kesempatan yang sama, Kang Yoto juga menerima penyerahan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah mendapat juara umum tingkat nasional dalam penanganan bencana. (*/mcb)

Leave a Comment