Share

Kang Yoto : inilah jalan demokrasi! Bukan jalan “atas nama demokrasi”!

Pesta demokrasi semakin dekat. Menjelang pemilu legislatif (pileg) yang tinggal hitungan hari, Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, M.Si yang biasa disapa Kang Yoto ini membagi sedikit pemikirannya terkait jalan demokrasi.

u-democracy bojonegoroBojonegoro (Media Center) – Pesta demokrasi semakin dekat. Menjelang pemilu legislatif (pileg) yang tinggal hitungan hari, Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, M.Si yang biasa disapa Kang Yoto ini membagi sedikit pemikirannya terkait jalan demokrasi.

Tulisan yang dibagikannya melalui broadcast blackberry mesengger (bbm) ini dikirimkan tepat pada hari raya nyepi.

“Demokrasi bukan jalan orang yang sepi atas kepentingan diri sendiri atau kelompok,” merupakan sedikit penggalan dalam pemikirannya soal demokrasi.

Berikut tulisan Kang Yoto yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, 31 Maret 2014.

Tersesat di jalan demokrasi!

Apakah aku tersesat?
Inikah jalan demokrasi, yang aku sendiri telah ikut memilihnya!
Hari hari ini, aku dengarkan gemuruh, sahut menyahut teriakan orang lapar dan kehausan, orang yang merasa belum cukup, dan mereka yang berteriak meneriakkan nafsunya

Kian hari menjelang tanggal 9, gemuruh itu makin keras sahut menyahut, padahal aku yakin benar, jalan ini bernama jalan demokrasi!
Bekerja untuk publik, begitu semboyannya! Memberi adalah misinya! Perbaikan kehidupan publik tujuannya.

Jika demikian, bukahkah semua orang yang ada di jalan ini seharusnya mereka yang telah menyelesaikan urusan dirinya sendiri?
Mereka tidak harus kaya, tapi merasa cukup,
Mereka tak harus suci, tapi mampu menjaga diri
Mereka tak harus ahli soal publik, tapi mampu mendengar dan berbicara dengan hati, pikiran dan tubuh.

Apakah itu artinya hanya mereka yang terdidik, kaya dan taat beragama yang boleh berada di jalan demokrasi ini?
Rasanya juga tidak!
Apalagi bila kaya harus dihitung dengan jumlah kepenguasaan asset,
Apalagi jika pendidikan hanya dilihat dari gelar dan berapa lama di sekolah.
Apalagi bila agama harus dilihat dari jubah, jambang dan berapa ayat2 yang dikutip

Demokrasi bukan jalan orang yang sepi atas kepentingan diri sendiri atau kelompok.
Di Jalan ini semua orang adalah penguasa dengan zaman yang berbeda.
Pemilik suara mendapatkan kuasa saat pilihan. Lalu usai pilihan giliran mereka yang terpilih

Mereka yang berkuasa pasti akan mendapatkan untuk diri atau kelompoknya dengan cara mendahulukan pihak lain.

Ya… Aku yakin tidak sedang tersesat jalan!
Ini adalah jalan yang benar. Hanya….
Jalan ini mendaki dan panjang, Jalan ini tak cocok buat mereka yang nafasnya pendek, nafsunya mudah meledak, apalagi yang mudah frustasi dan enggan mengingatkan: inilah jalan demokrasi! Bukan jalan “atas nama demokrasi”!
Nyepi, 31 Maret 2014
Kang Yoto

Leave a Comment