Share

Kang Yoto: “Kita Berlomba Dengan Daya Rusak Air Pacal”

PT Polowijo kerjasama dengan Pemkab/masyarakat petani Bojonegoro dalam peningkatan produksi tanaman hortikultura, sumberdaya alam dan pasar produk olahan hasil pertanian.

Bojonegoro (Media Center) – Spaill way Waduk Pacal tergerus, karena salah satu sisi longsor. Berita ini saya peroleh jam 11, persis saat rapat dengan PT Polowijo untuk kerjasama Pemkab/masyarakat petani Bojonegoro dalam peningkatan produksi tanaman hortikultura, sumberdaya alam dan pasar produk olahan hasil pertanian.

Dalam perjalan menuju lokasi saya mendapatkan gambaran kondisi dan berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan. Sepanjang jalan kordinasi dengan Dinas pengairan pemprov, Balai Besar Bengawan solo, dan ke Dirjen SDA Kementrian PU kita lakukan.

Tepat jam 15:00 bersama staf Balai Besar, Dinas Pengairan Bojonegoro dan Provinsi, saya tiba di lokasi. Setelah terlebih dulu Kepala Dinas (Kadin) PU, Kadin Pengairan dan Wabup, juga dari Balai besar Bengawan Solo.

Kondisinya melebihi yang saya gambarkan, tanah terus bergerak longsor, air semakin deras menghantam kaki jembatan. “Brang!” Palang jembatan lama ambruk.

Bila tidak dapat dihentikan dalam waktu dua hari jembatan yang baru berusia 2 tahun ini akan ambruk. Lalu lintas akan terganggu, jalur utama ke kec Gondang putus, termasuk jalur ke Nganjuk Bojonegoro.

Air waduk pacal akan hilang sekitar 7 juta M3. Petani tidak bisa tanam padi atau gagal panen. Perkiraan kehilangan tampungan sebesar 7 jt m3 , kalau di pergunakan dng efisien identik dngan pelayanan tanaman padi seluas kurang lebih 2000 ha , BILA KEUNTUNGAN TANAM PADI 1 ha : 11 jt , maka prediksi kerugian masyarakat bila di biarkan / tidak di tangani hampir 22 miliar.

Namun kalau dihitung produksi: 2000 ha x 6 ton : 12.000 ton, kalau perton tiga juta rupiah berarti 36 milyar. Dilokasi ini, jam 17:00 saya tandatangani Keputusan Bupati Pernyataan Darurat. Lalu rapat bersama untuk penangan teknis kedaruratan.

Jam 18.30 alat berat Dinas Pengairan mulai datang. Jembatan saya nyatakan tertutup untuk memperlambat kerusakan. Pekerjaan menghambat Aliran air dimulai, menjelang turun gelanggang, Supriadi operator alat berat, menjawab “siap bekerja” saat saya sapa: “berjuang!”.

TNI dan Polri sudah di posisinya melaksanakan tugas masing2, termasuk jika diperlukan tenaga fisik.
Kawan2 Balai besar, pemprov dan para teknisi sedang memantabkan semua rencana. Kita semua sedang berkejaran dengan saya rusak air yang cepat, waktu mepet untuk menyelamatkan jembatan!

Sebelum tindakan darurat perbaikan spaill way dapat dilakukan! Tulisan ini saya tulis saat tenda sedang dipersiapkan, lampu dalam perjalanan. semua skenario harus dilakukan dalam 24 jam, entah untuk berapa hari

Jembatan Dungjati, Waduk Pacal, Kedungsumber, 15 april 2014
Kang Yoto

1 Comment on this Post

  1. Mblenger Mania

    Dramatikal, lek’e ngerti ngono aku melu. Siiiip n Matoh tenan. Mugo2 success & dalan poros kecamatan ugo cepet dibangun, ngrasakno wis mbhlengheerrrrrr…………..

    Reply

Leave a Comment