Share

Kang Yoto: Tiga Dimensi Kebangkitan Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Memperingati 108 tahun Hari Kebangkitan Nasional di Kabupaten Bojonegoro, Kang Yoto mengingatkan tentang tiga dimensi kebangkitan yang harus dimiliki oleh segenap insan. Hal ini disampaikannya pada Upacara yang berlangsung di Alun alun kota Bojonegoro, Jum’at (20/5) dan diikuti oleh ratusan pelajar, mahasiswa, organisasi sosial kemasyarakatan dan pemuda, jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan aparat keamanan dan kepolisian.

Bupati menjelaskan, tiga deimensi tersebut antara lain adalah dimensi karya, karakter dan budaya serta dimensi mental spiritual. Menurutnya, tak ada karya yang mampu berdaya saing tanpa dukungan pengetahuan kemudian ditambah dengan nilai seni dalam produk.

“Daya tarikitu dari seni, maka pengetahuan harus terus tumbuh. Milikilah pengetahuan,inovasi dan semangat enterpreuner,” imbau bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Dimensi kedua yang dimaksud Suyoto adalah karakter dan budaya yang terus melekat hingga saat ini.  Suyoto mengingatkan pada generasi muda agar selalu tanggap dengan adanya perubahan yang terjadi.

“Saat ini Bojonegoro berusaha mengubah culture menuju era industrialisasi dan pariwisata,” lanjutnya. Hal ini diperkuat dengan dimensi ketiga yakni mental spiritual.

iInspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan tentang esensi kalimat bangkit mengandung banyak esensi, bangun dan terjaga.”Bangkit bermakna tau siapa jati dirinya, jati diri nasionalisme,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Suyoto mengungkapkan bahwa kesempatan ini adalah momentum yang tepat bagi kita merenung siapa kita dan bangsa kita, apa yang membuat kita kuat. “Saat ini kita tengah memasuki era kompetisi, siapa yang gagal berubah dan memenangkan maka jauh lebih cepat kematian baginya,” tutupnya.(humas)

Leave a Comment