Share

Karang Taruna Bojonegoro Harus Kuasai IT

Bojonegoro, 30/4 (Media Center) – Ketua Karang Taruna Kabupaten Bojonegoro Donny Bayu Setiawan mengatakan anggota karang taruna harus menguasai informasi teknologi (IT) untuk bekal dalam menjalani persaingan hidup di era globalisasi.

“Semua anggota karang taruna harus mengusai IT, jangan hanya bisa mengisi acara agustusan, lomba voli dan kegiatan desa yang rutin,” kata dia dalam acara “Njungok” Bareng di Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, Sabtu (29/4).

Dengan mengusasi IT, kata dia sependapat dengan nara sumber dari Relawan Teknologi dan Informasi (RTIK) Nova Wijaya, pemuda/pemudi anggota karang taruna juga harus mampu mengangkat potensi desanya masing-masing.

Selain itu, sebagaimana dikatakan Nova, anggota karang taruna juga harus bisa mengenalkan desa, juga potensi yang ada.

Menurut dia, dalam hidup ini semua orang menjual potensinya masing-masing, misalnya dirinya yang juga anggota PDI P, selalu menjual program partainya bagus kepada berbagai pihak.

Terkait menjual itu, lanjut dia, di era sekarang ini memanfaatkan TI, bisa lewat wa, email, juga lainnya.

“Saya minta semua anggota karang taruna juga menjadi relawan IT,” ucapnya dihadapan perwakilan karang taruna yang hadir dalam acara itu.

Apalagi, menurut dia, jumlah pengangguran di daerah setempat sekarang ini cukup tinggi mencapai sekitar 22.000 ribu tenaga kerja.

“Belum lagi nanti akan ada tambahan pengangguran dengan adanya lulusan SLTA tahun ini,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Kominfo Kusnandaka Tjatur, Kepala Bakesbangpol Linmas Kusbiayanto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Agus Supriyanto dan Kepala Dinas Sosial Adi Witjaksono.

Kepal Bidang Jaringan Komunikasi (Jarkom) Kominfo Djoko Suhermanto, menjelaskan kegiatan acara “Njungok” bareng digelar di delapan lokasi sebagai usaha menjaring aspirasi para pemuda/pemudi yang menjadi anggota karang taruna.

Selain itu, lanjut dia, juga mendorong para pemuda/pemudi di desa, juga masyarakat umum lainnya bisa mengusasi teknologi informasi (TI).

“Kami harapkan semua masyarakat di pedesaan bisa mengenal IT untuk keterbukaan informasi publik di pedesaan,” ucapnya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment