Share

Karangnongko Naik 17 cm, Bojonegoro Tetap Siaga III

Bojonegoro (Media Center) – Pagi ini (Kamis, 19/12/2013) status Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro masih dinyatakan Siaga III. Di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro, tercatat pada pukul 06:00 adalah setinggi 15,02 (stabil). Sementara itu, kenaikan setinggi 17 cm dari satu jam sebelumnya, terjadi di Karangnongko (Ngraho).

Memasuki hari ke 5 luapan air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, tercatat dua orang meninggal dunia.

Korban pertama dalah Reva (8) pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Desa Guyangan Kecamatan Trucuk, tewas tenggelam di anak sungai saat bermain rakit (16/12/2013) dan Maharani (1,6) balita asal Desa Semanding, Bojonegoro yang tenggelam (18/12/2013) di genangan air samping rumahnya akibat tergelincir saat bermain dalam kondisi hujan.

Sungai Bengawan Solo yang melintas Kabupaten Bojonegoro, meluap sejak hari Sabtu (15/12/2013) dengan kondisi puncak luapan pada level 15,44 (16/12/2013) yang menggenangi 96 desa di 15 kecamatan.

Puncak pengungsian terjadi pada hari (15/12/2013), yakni sebanyak 3.369 jiwa. Mereka adalah warga Bojonegoro yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Selain itu, tercatat kejadian banjir bandang juga melanda beberapa kecamatan dalam kurun waktu yang sama. Diantaranya adalah di Kecamatan Dander, dan Temayang.

Sejumlah tanggul pengaman sungai juga terkena dampak luapan Sungai Bengawan Solo, terutama di wilayah Kecamatan Kanor. Nilai kerugian sementara di taksir mencapai Rp 8,9 Miliar. (ramcb)

Leave a Comment