Share

Kasus DB di Bojonegoro Belum KLB

Bojonegoro, 28/1/2019 (Media Center) –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro belum menetapkan kasus Demam Berdarah (DB) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun demikian, masyarakat perlu lebih waspada karena penyebaran DB terus berkembang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Bojonegoro Ahmad Hernowo mengatakan, kasus DB hingga saat ini memang terus menyebar dan mengawatirkan. Namun, belum sampai pada kejadian luar biasa.

“Biasanya kalau ada peningkatan jumlah kasus hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya baru bisa dinyatakan KLB,” ujarnya.

Ia mengatakan, peredaran DBD di Bojonegoro masuk dalam lima besar kasus yang tersebar di 34 Kabupaten/Kota.

Kabupaten/Kota yang masuk dalam lima besar kasus tertinggi hingga 15 Januari 2019 terbanyak di Kabupaten Tulungagung sebanyak 179 kasus. Kemudian Kabupaten Kediri 102 kasus, Kabupaten Ngawi 93 kasus, Ponorogo 72 kasus dan Bojonegoro 63 kasus.

“Untuk menanggapi penyebaran kasus DBD itu, Dinkes membuat tim untuk mengendalikan penyebaran virus DBD,” ujar Hernowo.

Tim tersebut, lanjut dia, untuk melihat kesiapan puskesmas, mendata dan memastikan penanganan sudah sesuai dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lapangan. “Tim dibuat oleh Dinkes sendiri bekerjasama dengan seluruh Puskesmas yang ada di Bojonegoro,” katanya.

Daerah yang terserang demam berdarah ini diharapkan peran aktif masyarakat untuk lebih tanggap dengan cara PSN maupun meminta abate ke Puskesmas setempat untuk membunuh jentik nyamuk penyebar virus dengue.

Tim tersebut juga memberi edukasi masyarakat atau pasien agar datang periksa pada stadium dini. Serta mohon didukung kemampuan rumah sakit tenaga kesehatan agar lebih waspada DBD dan mengaktifkan koordinasi SKDR (sistem kewaspadaan dini rumah sakit).(*mcb)

Leave a Comment