Share

Keberlangsungan PBG Bojonegoro Didukung Banyak Pihak

Bojonegoro, 28/11 (Media Center) – Pusat Belajar Guru (PBG) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah aktif digunakan sejak dua tahun lalu. PBG yang aktif menjadi sarana pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Bojonegoro, Exxon Mobil Cepu Ltd (EMCL) dan Putra Sampoerna Foundation. Hingga saat ini, PBG memiliki fasilitas ruang seminar dan perpustakaan, serta memiliki 15 pengelola dan 48 guru ahli.

Kepala Sekolah serta Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan Serah Terima Keberlanjutan Pusat Belajar Guru Bojonegoro di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG), Senin (28/11). Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Bojonegoro ini, juga dihadiri oleh Vice President Public and Government Affairs EMCL dan Direktur Putra Sampoerna Foundation – School Development Outreach.

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi dalam laporannya menyampaikan bahwa Pusat Belajar Guru (PBG) merupakan institusi akademik yang diberikan untuk guru agar meningkatkan kemampuan guru dalam mendidik. PBG memiliki tujuan untuk membentuk pendidik Bojonegoro yang profesional dan kompeten, serta menjadikan guru yang kreatif dan berkarakter. Sehingga diharapkan akan ada perubahan pendidikan yang signifikan.

“Selain itu, dengan adanya PBG ini tidak ada lagi kesenjangan komunikasi antara guru tingkat TK sampai SMA,” lanjutnya.

PBG yang sudah berjalan ini merupakan bukti nyata peran guru dalam menciptakan generasi yang produktif, serta upaya guru ahli yang memberi pelatihan kepada guru lainnya yang masih membutuhkan pendidikan. Sehingga kualitas pendidikan di Bojonegoro semakin meningkat.

“Dengan dilakukannya serah terima hari ini, kami percaya bahwa semakin banyak pihak yang bekerja sama dalam pendidikan, semakin banyak pula peluang untuk menciptakan pemimpin bangsa.” Kata Gusman Yahya, Direktor Putra Sampoerna Foundation – School Development Outreach.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk melampaui batas maksimal perlu adanya rekap, produktifitas dan progress. Selain itu ada pelajaran yang diterima dalam membentuk Pusat Belajar Guru (PBG). Yang pertama niat, dimana niat harus diperluas karena menentukan program berjalan panjang ataukah pendek.

“Selanjutnya membuat reputasi secara produktif, serta segala sesuatu harus dibuat secara nyata, jangan sampai berhenti di meja diskusi. PBG adalah bagian untuk keberhasilan Bojonegoro di masa yang akan datang,” pungkasnya.(mcb/humas)

Leave a Comment