Share

Kecamatan Trucuk Kembalikan Pamor Jambu Tulung

mbu Tulung pernah menjadi primadona sebagai oleh-oleh khas dari Bojonegoro. Meski saat ini pamor buah tropis ini menurun, Kecamatan Trucuk saat ini berambisi mengembalikan popularitas Jambu Tulung sejajar dengan Belimbing Ringinrejo dan Salak Wedi.

Bojonegoro (Media Center) – Jambu Tulung pernah menjadi primadona sebagai oleh-oleh khas dari Bojonegoro. Meski saat ini pamor buah tropis ini menurun, Kecamatan Trucuk saat ini berambisi mengembalikan popularitas Jambu Tulung sejajar dengan Belimbing Ringinrejo dan Salak Wedi.

“Dulu, jambu di Desa Tulung jadi jujugan mereka yang hendak mencari oleh-oleh,” kata Bowo Sasmito, Camat Trucuk. Ia mengatakan, tanaman jambu air yang kemudian dinamakan Jambu Tulung, masih banyak dibudidayakan oleh warga Desa Tulung.

Untuk mengembalikan kejayaan jambu di wilayahnya, pada akhir tahun ini pihak kecamatan gencar mensosialisasikan mengenai potensi tanaman jambu tersebut. “Untuk awalnya, halaman di kantor kecamatan ini akan kita tanami Jambu Tulung,” jelasnya.

Jambu Tulung yang berwarna merah segar ini memiliki ukuran lebih kecil dibanding jambu air kebanyakan. Rasanya yang khas dan segar membuat jambu tulung sempat booming di era tahun 80-an. Popularitas Jambu Tulung ini memudar setelah ada wabah serangan ulat.

Menurut sejumlah Kepala Desa di wilayah Kecamatan Trucuk, pihaknya mengatakan bahwa telah mendapat undangan dari pihak kecamatan. Tahap awal, pihak kecamatan mengagendakan sosialisasi dan penanaman jambu tulung di halamam kantor Kecamatan Trucuk.(**jkmcb)

Leave a Comment