Share

Kekeringan di Bojonegoro Meluas

Bojonegoro, 2/10 (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih mengalami kekeringan meski sempat turun hujan beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, kekeringan masih terus meluas hingga sebanyak 48 Desa di 14 Kecamatan. Kekeringan diprediksi masih bertambah.

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Nadif Ulfia. Ia menuturkan, pada Agustus lalu, jumlah kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak lima daerah. Sementara, musim kemarau masih terjadi.

“Data yang masuk di BPBD Bojonegoro kekeringan sudah terjadi di 48 Desa di 14 Kecamatan,” ujarnya, Selasa (2/10).

14 Kecamatan yang terdampak kekeringan yakni Kecamatan Temayang, Sukosewu, Sumberrejo, Ngasem, Ngraho, Kasiman, Bubulan, Ngambon, Tambakrejo, Sugihwaras, Purwosari, Kepohbaru, Kedungadem, dan Gayam.

Dari 14 kecamatan tersebut, hanya 44 desa di 13 kecamatan yang mengirim permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Bojonegoro. Untuk memnuhi kebutuhan ini, BPBD Bojonegoro telah menganggarkan hingga Rp200 juta yang mencukupi untuk menyediakan 500 tangki air bersih untuk dikirimkan ke daerah yang terdampak kekeringan.(*lya/mcb)

Leave a Comment