Share

Kemarau, 65 Persen Petani Bojonegoro Tanam Tembakau

Bojonegoro, 10/6 (Media Center) – Musim tanam tembakau di Kabupaten Bojonegoro dimulai sejak Mei lalu, hingga saat ini terdata sekira 65 persen lahan tembakau yang ditanami. Masih minimnya petani yang melakukan penanaman tembakau karena kebanyakan lahannya masih ditanami padi atau palawija.

Kasi Tanaman Semusim Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Imam Wahyudi mengatakan, meskipun saat ini masih sedikit yang menanam tembakau, diperkirakan tahun ini akan lebih banyak.

“Kemungkinan bisa sampai 10 ribu hektare lebih. Karena petani yang sudah minta benih juga sudah banyak,” ujarnya, Sabtu (10/6).

Menurutnya, diperkirakan petani akan mulai tanam tembakau pada Juni 2017. Saat ini, beberapa petani yang sudah menanam tembakau seperti di Kecamatan Temayang dan Sukosewu. Di Temayang ada seluas 15 hektar yang sudah ditanami padi, sisanya 50 hektar di wilayah Sukosewu.

“Respon petani untuk menanam tembakau ini besar asal cuaca mendukung. Cuaca tahun ini diperkirakan sangat mendukung,” jelasnya.

Lahan tembakau di Bojonegoro sendiri fluktuatiif. Tahun lalu 4.500 sampai 5.000 hektar. Namun, karena cuaca yang tidak mendukung banyak petani mengalami gagal panen.

Tahun ini, sesuai dengan pertemuan dari beberapa pabrikan yang menyerap tembakau petani di Bojonegoro diperkirakan mengalami peningkatan. Serapan tembakau pada 2016, sebanyak 4.500 sampai 5.000 ton. Sedangkan 2017 kebutuhan tembakau mencapai 10.600 ton.

“Untuk memenuhi kebutuhan 10.600 ton tembakau itu butuh lahan kurang lebih seluas 8.800 hektar. Dengan perkiraan ekuifalen perhektare bisa panen 1,2 ton,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment