Share

Kembang Desa Gelar Bincang Sandur untuk Lestarikan Kesenian Lokal

  • Bojonegoro, Media Center – Sandur Kembang Desa, kelompok kesenian sandur di Kabupaten Bojonegoro menggelar bincang sandur selama 5 hari sejak tanggal 10 Agustus lalu hingga 15 Agustus mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan bisa terus mengembangkan kesenian sandur yang kini jarang tampil di masa pandemi covid-19.

Kegiatan Bincang Sandur diharapkan bisa menjadi ruang pelepas kangen lantaran lama tidak bisa tampil sebagai dampak covid-19. “Bincang Sandur ini upaya pelestarian, pengembangan maupun sebagai pengingat bahwa kita mempunyai tradisi sandur. Karena kesenian tradisi tidak bisa melakukan pementasan di tengah pandemi,” terang Tulus Adarma, pegiat sandur yang juga moderator Bincang Sandur.

Lima sesi bincang sandur tersebut diantaranya mengambil tema sandur dan filosofinya, sejarah sandur, cerita anak wayang, cerita anak wayang, dan sandur sebagai sarana pendidikan. “Nanti juga akan ada cerita pengalaman anak wayang saat bermain sandur,” katanya.

Seniman Djagad Pramoedjito, salah satu narasumber menuturkan sandur secara filosofis merupakan bentuk kiasan dunia dan kehidupan. “Sandur bisa dimaknai sebagai bentuk kiasan antara dunia dan kehidupan. Antara jagad besar dan jagad kecil,” ujarnya.

Sandur sendiri merupakan kesenian yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Di Kabupaten Bojonegoro, Kembang Desa merupakan salah satu kelompok kesenian yang konsisten mementaskan sandur.

Agus Shigro, narasumber lain menuturkan sandur itu juga bisa dimaknai sebagai sanepaning dunyo lan urip. Sehingga sandur selalu berkait erat dengan masalah kehidupan sehari-hari. “Sandur selalu bercerita kehidupan sehari-hari. Berasal dari tanah, memanfaatkan tanah, makan dari apa yang tumbuh dari tanah, dan akan kembali ke tanah,” tuturnya.

Sebagai kesenian tradisional, sandur diharapkan terus bertahan dan makin disukai generasi milenial. Oleh karena itu, Bincang Sandur bisa mengisi kekosongan pementasan di masa pandemi covid-19.(NN)

Leave a Comment